Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Gerak Cepat Kementan dan Pemkab Cilacap Amankan Pasokan Air di Musim Kemarau

badge-check


					Gerak Cepat Kementan dan Pemkab Cilacap Amankan Pasokan Air di Musim Kemarau Perbesar

CILACAP, Nuansarealitanews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap memperkuat ketahanan pangan daerah menghadapi musim kemarau 2026 melalui optimalisasi program pompanisasi besar-besaran.

 

 

 

 

Sebanyak 164 titik bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) dipastikan beroperasi penuh guna mengamankan pasokan air di ratusan hektare lahan sawah tadah hujan yang tersebar di wilayah Cilacap.

 

 

 

Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam mengantisipasi dampak kemarau panjang tahun ini.

 

 

 

Bantuan Irpom yang bersumber dari anggaran pusat (APBN) tersebut disalurkan secara bertahap melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, meliputi 70 titik pada tahap pertama, serta 94 titik tambahan pada tahap berikutnya melalui alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT).”Program Irpom ini menjadi penyelamat bagi para petani di kawasan tadah hujan.

 

 

 

Dengan pompa ini, air dari sungai-sungai permukaan bisa diangkat dan dialirkan langsung ke areal persawahan yang mulai mengering,” ujar perwakilan Dinas Pertanian Cilacap dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

 

 

 

 

Tidak hanya fokus pada penyediaan mesin pompa (Irpom), Kementan bersama dinas terkait juga mengintegrasikan program ini dengan percepatan perbaikan jaringan irigasi tersier.

 

 

Melalui skema padat karya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), pembangunan saluran tersier berupa pipanisasi dan penyemenan saluran cacing digenjot secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

 

 

 

Langkah sinkronisasi antara pemasangan Irpom dan rehabilitasi saluran tersier ini terbukti efektif mencegah kebocoran air, sehingga debit air dapat mengalir merata hingga ke petak sawah paling ujung (hilir).

 

 

 

Beberapa wilayah yang menjadi fokus penguatan infrastruktur air ini antara lain Kecamatan Bantarsari, Jeruklegi, Kesugihan, Adipala, Kroya, Majenang, Wanareja, hingga Dayeuhluhur.Guna memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur air yang sudah dibangun, Dinas Pertanian Cilacap juga menggalakkan Gerakan Tanam Serempak.

 

 

Melalui pola tanam yang seragam, pembagian giliran air irigasi dari titik Irpom dapat diatur secara adil dan efisien, sekaligus meminimalkan risiko gagal panen (puso) di tingkat peternak dan petani setempat.

 

 

 

Pemerintah berharap, kolaborasi erat antara bantuan teknologi Kementan dan swadaya masyarakat ini dapat menjaga stabilitas produktivitas padi Cilacap sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah sepanjang tahun 2026.

 

(SASNR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Aceh Tamiang Apresiasi Pemerintah Kota Medan

10 Juli 2026 - 05:46 WIB

PANEN JAGUNG PROGRAM 1 DESA 1 HEKTAR DESA SUKA MAJU BERJALAN LANCAR

10 Juli 2026 - 04:50 WIB

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN IMBAU KEPADA WARGA SUPAYA TIDAK MEMBAKAR HUTAN SERTA LAHAN  

10 Juli 2026 - 03:15 WIB

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN SOSIALISASI KEPADA WARGA BAHAYA SERTA DAMPAK KARHUTLA

10 Juli 2026 - 03:08 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SECARA RUTIN LAKUKAN IMBAUAN BERTUJUAN CEGAH LAHGUN NARKOTIKA

10 Juli 2026 - 03:02 WIB

Trending di News