Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Upaya BPP Kawunganten Atasi Fenomena Daun Padi Memerah di Wilayah Kawunganten

badge-check


					Upaya BPP Kawunganten Atasi Fenomena Daun Padi Memerah di Wilayah Kawunganten Perbesar

Cilacap, Nuansarealitanews.com – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kawunganten, melalui Koordinator Penyuluh Kecamatan Kawunganten, Bapak Sumarfi, memberikan penjelasan resmi terkait maraknya fenomena fisik daun padi yang berwarna merah-merah di wilayah Kawunganten. Kondisi ini utamanya dialami oleh tanaman padi yang berumur kurang dari satu bulan. Jum’at, 10/07/2026.

 

 

Terang Mardi pada awak media di ruangan kerjanya kantor BPP Kecamatan Kawunganten, berdasarkan pengamatan langsung di lapangan yang dilakukan oleh BPP Kawunganten bekerja sama dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), ditemukan beberapa penyebab utama yang memicu perubahan warna daun padi tersebut:

Serangan Hama Wereng Batang Coklat (WBC): Hama wereng saat ini menjadi salah satu pemicu utama.

 

 

Pihak BPP bersama petani telah melakukan langkah pengendalian secara berkala di beberapa titik interval, dimulai dari wilayah Bojong, Kubangkangkung, dilanjutkan ke ujung manek, dan akan dijadwalkan kembali ke Bojong serta Kubangkangkung pada interval berikutnya. Penanganan wereng tidak cukup hanya dengan satu kali penyemprotan.

 

 

Umumnya, setelah penyemprotan pertama, wereng dewasa akan mati, namun telur-telur wereng akan menetas sekitar 4 hari kemudian.

 

 

 

Oleh karena itu, diperlukan penyemprotan terjadwal kembali dalam waktu 4 hingga 5 hari ke depan. Kelalaian dalam melakukan penyemprotan lanjutan dapat memicu ledakan populasi wereng baru.

 

 

Petani juga dihimbau untuk berhati-hati dalam memilih pestisida, serta menghindari jenis yang bersifat panas (seperti sipermetrin) karena justru dapat memicu percepatan penetasan telur wereng.

 

 

Kondisi Tanah Asam-Asaman: Selain hama, warna merah pada daun padi juga disebabkan oleh masalah pada tanah, atau yang biasa dikenal petani sebagai kondisi “asam-asaman”. Kondisi ini dipicu oleh kebiasaan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, khususnya pupuk Urea.

 

 

Solusi dan Edukasi Penggunaan Pupuk Bijak

 

Sebagai langkah pemulihan tanah yang rusak, BPP Kawunganten menyarankan para petani untuk segera menggunakan bahan-bahan pembenah tanah, seperti asam humat (humic acid) atau produk sejenisnya, serta menekan penggunaan pupuk Urea sekecil mungkin.

 

 

 

BPP Kawunganten mengapresiasi para petani yang saat ini sudah mulai pandai dan bijak dalam mengelola pemupukan di lapangan. Saat ini, banyak petani yang mulai beralih menggunakan pupuk NPK.

 

 

Sebagai pupuk makro lengkap yang mengandung unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), NPK dinilai jauh lebih aman bagi pertumbuhan tanaman dibandingkan penggunaan pupuk Urea tunggal secara berlebihan yang dapat merusak kualitas tanah.

 

 

 

Melalui sinergi antara penyuluh dan petani dalam penerapan pola semprot berkala serta pemupukan yang berimbang, diharapkan kondisi tanaman padi di Kecamatan Kawunganten dapat segera pulih dan produktivitas panen tetap terjaga.

 

(SAS NR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BHABINKAMTIBMAS HADIRI KEGIATAN PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN ANGGOTA BPD SEMBULUH II

10 Juli 2026 - 11:40 WIB

POLSEK HANAU BERBAGI REZEKI, SALURKAN BANTUAN SOSIAL KEPADA WARGA DI KECAMATAN HANAU

10 Juli 2026 - 11:38 WIB

PERSONEL POLAIRUD POLRES SERUYAN MONITORING DEBIT AIR DAS SERUYAN DI DERMAGA KUALA PEMBUANG

10 Juli 2026 - 11:36 WIB

SATLANTAS POLRES SERUYAN HADIR DI TITIK RAWAN KEPADATAN, GATUR PAGI WUJUDKAN LALU LINTAS AMAN DAN LANCAR

10 Juli 2026 - 11:32 WIB

REMBUK STUNTING DAN MUSDES PENYUSUNAN RKPDES TAHUN 2027 DI DESA TANGIRANG

10 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trending di News