Nuansarealitanews.com, Palangkaraya (Kalteng) – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Seruyan. Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Kuala Pembuang menuju Pelabuhan Segintung dipastikan kembali berlanjut pada tahun anggaran 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dilaporkan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 7,5 miliar untuk memuluskan proyek strategis tersebut.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, setelah menggelar rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng pada Kamis (10/7/2026).
Ia menyebutkan bahwa proyek fisik ini sudah selesai dilelang dan kini resmi memasuki tahap pelaksanaan.
“Anggarannya sebesar Rp 7,5 miliar dan akan segera direalisasikan karena proses lelangnya sudah selesai,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng 2 yang meliputi wilayah Kotawaringin Timur dan Seruyan tersebut.
Hasil Tinjauan Lapangan
Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kalteng telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau titik-titik kerusakan di sepanjang ruas Kuala Pembuang-Pelabuhan Segintung.
Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan agar jalur yang mengalami kerusakan parah dapat masuk ke dalam daftar prioritas penanganan pemprov.
Menurut Hafid, jalur ini memiliki nilai urgensi yang sangat tinggi bagi mobilitas regional.
Keberadaan jalan yang mantap akan menjadi urat nadi utama dalam mendorong roda perekonomian setempat, khususnya untuk memperlancar distribusi barang dari pelabuhan menuju pusat kota.
“Jalan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas perekonomian dari pelabuhan menuju pusat kota,” imbuh mantan Ketua Karang Taruna Kalteng tersebut.
Kontraktor Diminta Tertib
Di tengah dimulainya proyek, Ketua DPD PAN Kotim ini juga memberikan catatan penting kepada pihak kontraktor pelaksana. Ia meminta agar penataan material proyek di lapangan dilakukan secara rapi dan bertanggung jawab.
Hal ini menanggapi keluhan warga sekitar yang merasa terganggu akibat tumpukan material yang sempat memakan sebagian badan jalan.
“Masyarakat ada yang mengeluhkan tumpukan material yang menutupi akses jalan.
Kami meminta hal ini menjadi perhatian serius kontraktor agar aktivitas warga tidak terganggu selama proyek berjalan,” tegasnya.
Target Penuntasan Bertahap
Hafid tidak menampik bahwa alokasi anggaran Rp 7,5 miliar saat ini belum cukup untuk merampungkan seluruh sisa pekerjaan di ruas tersebut secara total.
Namun, mengingat status jalan ini berada di bawah kewenangan penuh Pemprov Kalteng, ia memastikan komitmen pemerintah untuk menyelesaikannya secara bertahap.
Ia pun berharap pemprov tetap konsisten menempatkan jalur ini sebagai program prioritas pada tahun-tahun berikutnya.
Optimalisasi jalur darat dinilai menjadi kunci utama agar potensi besar yang dimiliki pelabuhan dapat digali secara maksimal.
“Pelabuhannya sendiri sudah bagus, sarana dan prasarana di dalamnya juga memadai. Tinggal akses jalannya yang harus segera ditangani agar operasional Pelabuhan Segintung bisa berjalan lebih optimal dan membawa dampak ekonomi riil bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Umar k)












