Gunung Mas – Respons cepat personel gabungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan di wilayah Kabupaten Gunung Mas. Titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, berhasil ditangani dan dipadamkan oleh tim gabungan.
Titik api berada di tepi ruas Jalan Kuala Kurun–Tewah, tepatnya di wilayah Desa Batu Nyapau, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, dengan koordinat -1.10840261, 113.76860849. Lokasi tersebut segera menjadi fokus penanganan setelah petugas Posko Karhutla melakukan koordinasi terkait posisi titik hotspot yang terdeteksi.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan yang diterjunkan terdiri dari 5 personel Polri, 1 personel TNI, 15 personel BPBD, serta 3 personel Damkar Kecamatan Tewah. Operasi penanganan juga didukung sarana berupa 3 unit kendaraan roda empat dan 5 unit kendaraan roda enam untuk menunjang mobilitas dan proses pemadaman di lapangan.
Kapolsek Tewah Ipda Michael Bethrand Simanjuntak, S.Tr.K., bersama personel Polsek Tewah, Koramil Kecamatan Tewah, BPBD Kabupaten Gunung Mas, Damkar Kecamatan Tewah, Damkar Kabupaten Gunung Mas, serta piket fungsi Polres Gunung Mas yang dipimpin Pamapta Ipda Sumber Nadi, bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman terhadap titik api yang berada di pinggir jalan penghubung Kuala Kurun–Tewah.
Selain memadamkan api, personel Polsek Tewah juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keamanan dan kelancaran pengguna jalan selama proses penanganan berlangsung.
Petugas turut memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, khususnya selama musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Warga juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada Polsek Tewah atau melalui layanan Call Center 110.
Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antarinstansi, titik api berhasil dipadamkan sehingga situasi di lokasi dapat dikendalikan. Penanganan yang dilakukan menunjukkan komitmen bersama dalam merespons potensi kebakaran secara cepat dan terkoordinasi.
Kapolsek Tewah Ipda Michael Bethrand Simanjuntak, S.Tr.K., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menyampaikan bahwa penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh pihak agar dampaknya dapat diminimalkan.
“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh personel gabungan yang bergerak cepat dalam menangani titik api di Desa Batu Nyapau. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan lingkungan,” ujar Kapolsek saat di konfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Minggu (26/7) pagi.
Kegiatan ini menjadi wujud pelayanan Polri bersama unsur TNI, BPBD, dan Damkar dalam memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan yang dapat berdampak pada masyarakat. Pendekatan kolaboratif yang dilakukan juga memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Ke depan, diharapkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan semakin optimal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. (sp)













