Cilacap, Nuansarealitanews.com – RD, pemilik usaha pendinginan dan penyimpanan ati ayam, menunjukkan sikap kooperatif saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat siang (2/1/2026). Selain memberikan klarifikasi mengenai sistem sanitasi, RD juga langsung melakukan tindakan perbaikan di lokasi usaha.
Dalam pertemuan dirumah kediamannya diwilayah desa Bantarsari sekitar pukul 13.00 WIB, RD menjelaskan bahwa infrastruktur pengolahan limbah sebenarnya telah disiapkan untuk mencegah pencemaran lingkungan.

“Air cucian itu sudah ada IPAL-nya dan tertutup rapi. Kami juga memasang pipa paralon yang cukup tinggi agar pembuangan uapnya maksimal ke udara dan tidak mengganggu area bawah,” jelas RD.
Aksi Cepat di Lokasi Temuan
Mendengar penjelasan tersebut, awak media kemudian diajak meninjau langsung area pengelolaan. Di lokasi, memang terlihat adanya sistem IPAL dan instalasi paralon tinggi sesuai klaim pemilik.
Namun, di pinggiran jalan masih ditemukan adanya rembesan air yang keluar dari area resapan tempat pencucian, meskipun volumenya tidak besar.
Menariknya, usai melihat temuan tersebut bersama awak media, RD tidak menunda waktu. Ia langsung bergerak cepat melakukan penanganan di tempat. RD segera mengambil langkah darurat dengan menutupi titik-titik rembesan tersebut menggunakan pasir.
Langkah spontan ini dilakukan agar air sisa resapan tidak lagi menggenang atau meluap ke badan jalan. RD menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bukti komitmennya untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat usahanya.
“Tadi langsung kami tutupi pasir supaya kering dan tidak menggenang lagi. Kami ingin memastikan usaha ini berjalan tanpa mengusik kenyamanan warga maupun pengguna jalan,” pungkas RD di lokasi.
Aksi responsif ini mendapat perhatian sebagai bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam merespons masukan dan temuan di lapangan demi kebaikan bersama.
(Sas NR)












