Struktur Organisasi PETA kabupaten Aceh Tamiang resmi dikukuhkan/lantik

NuansarealitaNews.Com- Aceh Tamiang. Setelah sekian lama vakum kepenggurusan Organisasi PETA (Pembela Tanah Air.). Akhirnya Muhammad Deni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Aceh Tamiang untuk periode 2026–2031. Pelantikan/pengukuhan dilakukan oleh Ketua PETA Provinsi Aceh, Teuku Sukandi selaku Ketua PETA Provinsi Aceh. Pelantikan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera petaka organisasi PETA kepada ketua terpilih. Untuk mengembangkan organisasi/ simbol amanah dan rasa tanggung jawab dalam memimpin organisasi PETA kedepan.

Adapun Susunan struktur kepengurusan tersebut, Muhammad Deni didampingi Jhony Hermansyah sebagai sekretaris. Dan Amir Hasan Nazri, S.H., serta Syariel Nasir, S.Kom., terlihat sebagai pembina/penasihat organisasi tersebut.

Sejumlah 44 orang pengurus elite organisasi PETA Kabupaten Aceh Tamiang dilantik/dikukuhkan dalam kesempatan tersebut, dengan dukungan tiga orang pembina atau penasihatnya.

Seusai acara pelantikan,yang digelar di Ruangan Cape TEKO jalan Ir Juanda Karang Baru kamis 29/10/2026.
Selanjutnya Muhammad Deni mengungkapkan. Keberadaan PETA Aceh Tamiang, berkomitmen untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai cinta Tanah Air, khususnya di kalangan generasi muda.

Organisasi “PETA Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya berupaya memperkuat wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air, melainkan turut juga memperkokoh ideologi,rasa cinta Tanah Air bagi generasi muda,” ungkap Deni.

Penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting dalam membangun kesadaran generasi muda, untuk memiliki semangat nasionalisme, penuh tanggung jawab, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Maka dengan terbentuknya struktur kepengurusan PETA periode 2026–2031 Kabupaten Aceh Tamiang. Nantinya diharapkan menjalankan program pokok organisasi secara berkelanjutan,serta berkontribusi dalam memperkuat semangat persatuan dan memupuk rasa nasionalisme di tengah-tengah masyarakat kita. (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *