Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi Dapat Kucuran Dana Revitalisasi

Majalengka, NR – Kabar menggembirakan datang dari Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Tahun ini, dua lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah mendapatkan bantuan dana revitalisasi untuk perbaikan dan rehabilitasi ruang belajar.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk Sekolah Luar Biasa Muhammadiyah (SLBM) sebanyak empat lokal dan SMP Muhammadiyah Jatiwangi (SMPM) sebanyak tiga lokal. Dengan demikian, total terdapat tujuh lokal ruang belajar yang mendapatkan bantuan rehabilitasi.

Perolehan bantuan tersebut patut disyukuri karena menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan, termasuk lembaga pendidikan swasta. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa tidak seharusnya ada dikotomi antara sekolah negeri dan swasta dalam memperoleh kesempatan meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

Eko Waska, S.Pd., selaku unsur Dikdasmen Muhammadiyah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima kedua lembaga pendidikan tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan, khususnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat.

Menurutnya, perbaikan sarana dan prasarana sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa. Dengan kondisi bangunan yang semakin baik, diharapkan pula kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah semakin meningkat sehingga jumlah peserta didik dapat bertambah.

Terlebih, Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi dikenal memberikan layanan pendidikan dengan biaya yang relatif terjangkau. Bahkan, tidak sedikit siswa yang mendapatkan pembebasan biaya sekolah sesuai dengan kebijakan dan kemampuan lembaga.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majalengka yang membidangi Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. Dadan Fauzan, S.M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap lembaga pendidikan Muhammadiyah yang memperoleh bantuan rehabilitasi tersebut.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengajar serta mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dadan juga mengajak masyarakat di sekitar Jatiwangi untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di lembaga pendidikan Muhammadiyah, baik di SMP Muhammadiyah maupun SMK Muhammadiyah.

Selain menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan, Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi juga memiliki amal usaha di bidang pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui SLBM dengan layanan pendidikan tingkat A, B, dan C.

Menurutnya, keberadaan SLBM merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada seluruh anak, termasuk mereka yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Karena itu, masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan khusus diharapkan tidak sungkan untuk mendaftarkan putra-putrinya ke SLBM Muhammadiyah. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan yang telah lama berkiprah di dunia pendidikan di wilayah Jatiwangi dan sekitarnya.

Adapun Drs. Ajid Yatiman, M.M., selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah, telah dihubungi melalui WhatsApp untuk dimintai tanggapan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban yang diterima.

Dengan adanya bantuan revitalisasi ini, diharapkan sarana pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Jatiwangi semakin memadai, kualitas pelayanan pendidikan meningkat, dan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga tersebut.

DN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *