Cilacap, nuansarealitanews.com – Tangisan langit yang tak henti semalaman telah mengubah Desa Kalijeruk, Kawunganten, menjadi lautan air. Selasa (19/08/2025)
Banjir setinggi lebih dari satu meter bukan hanya merendam rumah-rumah, tapi juga membenamkan harapan para petani. Padi yang sudah dipanen, tumpukan rezeki yang siap diolah, kini hanyut tak bersisa.

Lahan yang belum dipanen pun tenggelam, seolah menenggelamkan masa depan mereka.
Di tengah keputusasaan itu, uluran tangan datang dengan cepat. Pemerintah desa bersama BPBD, Dinsos, dan anggota dewan Mei Andriyani sigap mengirimkan bantuan.
Nasi boks, nasi Padang, dan air bersih disalurkan, menjadi satu-satunya pelipur lara bagi warga yang kehilangan segalanya.
Sebuah perahu karet disiagakan, bukti kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.
Namun, di balik semua bantuan yang datang, ada satu asa yang paling dinantikan: dapur umum.
Dengan dapur rumah yang tak lagi bisa digunakan, warga kini hanya bisa berharap adanya tempat untuk memasak.
Mereka membutuhkan jaminan, bahwa di tengah ketidakpastian ini, mereka tetap bisa bertahan dan berjuang.
(Sas NR)












