Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Sosialisasi BRT Kota Bandung Libatkan Masyarakat Secara Langsung

badge-check


					Sosialisasi BRT Kota Bandung Libatkan Masyarakat Secara Langsung Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera melaksanakan sosialisasi pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) kepada masyarakat di wilayah terdampak.

 

Tercatat, sebanyak 22 kecamatan akan terlibat dalam proses sosialisasi tersebut.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan sosialisasi dilakukan sebagai langkah awal sebelum pembangunan koridor BRT, khususnya pada jalur on-corridor yang berpotensi menimbulkan dampak langsung di lapangan.

 

“Sosialisasi ini akan dilakukan secara menyeluruh di 22 kecamatan yang terdampak. Kita libatkan masyarakat, mulai dari kelurahan, RT/RW, hingga perwakilan pedagang kaki lima dan pihak lain yang terdampak,” ujarnya usai Rapat Koordinasi BRT dengan Kemenhub, World Bank, dan konsultan terkait di Balaikota, Rabu 15 April 2026.

 

Ia menegaskan, pendekatan sosialisasi yang dilakukan tidak bersifat parsial, melainkan terintegrasi.

 

Artinya, seluruh aspek pembangunan BRT akan disampaikan secara utuh kepada masyarakat.

 

“Jadi bukan hanya membahas off-corridor atau on-corridor saja, tapi seluruhnya kita sampaikan. Termasuk dampak yang mungkin timbul dan bagaimana penanganannya, agar masyarakat memahami secara menyeluruh,” jelasnya.

 

Rasdian mengungkapkan, wilayah yang paling terdampak berada di jalur on-corridor sepanjang kurang lebih 21 kilometer.

 

Beberapa kecamatan yang masuk dalam jalur tersebut antara lain Andir, Regol, dan Sumur Bandung.

 

Menurutnya, dampak terbesar akan dirasakan pada pembangunan jalur khusus BRT di on-corridor.

 

Jalur ini direncanakan menggunakan separator sebagai pembatas lajur, dengan desain yang tidak terlalu tinggi.

 

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui sejak awal rencana pembangunan, termasuk perubahan yang akan terjadi di lapangan,” katanya.

 

Dishub menargetkan sosialisasi mulai dilaksanakan paling lambat akhir April hingga awal Mei 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak yang terdampak dapat memahami program BRT sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang akan terjadi.

 

Pemkot Bandung juga memastikan, berbagai dampak sosial yang muncul akan menjadi perhatian, termasuk penataan ulang aktivitas di ruang jalan dan penyesuaian bagi pihak-pihak yang terdampak langsung.

 

Dengan pelibatan masyarakat secara aktif sejak tahap awal, Pemkot Bandung berharap pembangunan BRT dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan layanan transportasi publik di Kota Bandung. (ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Luncurkan Pekka Bersinar, Perkuat Kemandirian Ibu Kepala Keluarga

21 April 2026 - 12:20 WIB

Hari Kartini: Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Peradaban Kota Bandung

21 April 2026 - 12:18 WIB

CEGAH LAHGUN NARKOBA, POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN SOSIALISASI DAN JUGA IMBAUAN

21 April 2026 - 10:05 WIB

CEGAH ADA PENYALAHGUNAAN NARKOBA POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI SERTA IMBAUAN

21 April 2026 - 10:03 WIB

POLSEK KAPUAS HULU AJAK MASYARAKAT AGAR TIDAK LAKUKAN PEMBALAKAN LIAR/ILLEGAL LOGGING

21 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di News