
Magetan – Nuansarealitanews.com — Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kembali dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan program pemerintah yang dijalankan melalui Puskesmas Teladan sebagai upaya meningkatkan gizi anak dan mencegah kekurangan berat badan
Penyaluran PMT dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah oleh kader posyandu balita, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh penerima manfaat. Diperkirakan sebanyak 7 anak menerima bantuan PMT dalam kegiatan tersebut.
Salah satu penerima PMT adalah Asraf Zaidan Al Farizqi (4 tahun), Rt.02 Rw.01 Desa pojok kecamatan Kawedanan kabupaten magetan Jawa Timur yang menerima bantuan di kediamannya dengan didampingi keluarga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan gizi balita sekaligus pencegahan kekurangan berat badan di tingkat desa.
Kader posyandu balita Desa Pojok, Suyati, saat diwawancarai awak media Nuansa Realita menjelaskan bahwa metode penyaluran secara door to door dipilih agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Penyaluran PMT kami lakukan langsung ke rumah-rumah agar bisa memantau kondisi anak secara langsung. Selain itu, kami juga bisa memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang balita,” ujar Suyati.
Ia juga menegaskan bahwa tidak semua balita mendapatkan bantuan PMT. “Pemberian PMT ini khusus untuk anak yang saat penimbangan di posyandu balita mengalami kekurangan berat badan. Untuk balita dengan berat badan normal tidak mendapatkan PMT,” jelasnya.
Salah satu orang tua penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya PMT ini. Semoga program seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat untuk kesehatan anak-anak kami,” ungkapnya.
Program PMT ini mendapat respon positif dari masyarakat, karena dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, khususnya bagi balita yang membutuhkan perhatian lebih. Diharapkan, melalui kegiatan ini angka masalah gizi pada balita dapat ditekan serta tercipta generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.(gus)












