Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Drs Syaibun Anwar Plt. Sekda Aceh Tamiang Buka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Mitigasi Banjir Berbasis GEO-AI

badge-check


					Drs Syaibun Anwar Plt. Sekda Aceh Tamiang Buka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Mitigasi Banjir Berbasis GEO-AI Perbesar

nuansarealitanews.com – Aceh Tamiang. Bupati Aceh Tamiang Irjenpol (purn) Drs Armia Pahmi,MH di wakili Plt. Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar. Resmi membuka Focus Group Discussion (FGD), terkait Sinergi Kebijakan Tata Kelola Jasa Lingkungan Hidup berbasis GEO-AI di Kawasan DAS Aceh Tamiang, di Ruang Rapat Wakil Bupati. Senin 06/07/2026.

 

Drs Syaibun Anwar mengApresiasi inisiatif dari Tim Peneliti Program Studi Geografi Universitas Samudra Langsa,atas pelaksanaan penelitian yang didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center dan University of Waterloo, Kanada.

 

Adapun penggunaan teknologi Geo-AI (Geospatial Artificial Intelligence) dilakukan guna memetakan valuasi ekonomi jasa lingkungan yang merupakan langkahstrategis. Ini adalah jembatan penting untuk membuka peluang Pembiayaan Iklim (Climate Finance), sehingga dapat mengelola dan memitigasi risiko banjir di Aceh Tamiang secara lebih terukur, modern, dan berbasis data yang akurat.

 

“Kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita gali kembali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan dukung pemetaan partisipatif ini agar implementasi di lapangan dapat berjalan dengan sukses,” ujar Syuibun.

 

Secara geografis, Kabupaten Aceh Tamiang memiliki tantangan besar terkait kebencanaan, khususnya bencana banjir, yang kerap melanda wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Oleh karena itu, upaya mitigasi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa.

 

“Kita membutuhkan inovasi ilmiah, kolaborasi yang kuat, serta skema pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui FGD ini, para peserta memberikan berbagai masukan yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun program yang lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan,” lanjutnya.

 

Semangat kolaborasi dan keterbukaan yang terbangun selama diskusi, diharapakan mampu memperkuat sinergi antar pihak guna mewujudkan tujuan bersama.

 

Pantauan awak media di kegiatan tersebut,hadir perwakilan Kepala OPD, perwakilan komunitas/LSM, aktivis lingkungan, kelompok tani, dan seluruh peserta FGD. (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPP-CIC Apresiasi Langkah Berani Polri Geledah Aset Kasus Batu Bara, Desak Usut Tuntas Febrie Adriansyah

9 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pemkab Karawang meraih penghargaan “Tata Kelola Pemerintahan Responsif dan Akuntabel” di Warta Kota Awards 2026

9 Juli 2026 - 03:41 WIB

SESUAI DENGAN SOP POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN SERAH TERIMA PENJAGAAN MAKO SIANG

9 Juli 2026 - 02:19 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKSANANAKAN SIAGA PENJAGAAN MAKO SIANG SEBAGAI WUJUD PELAYANAN PRIMA

9 Juli 2026 - 02:13 WIB

POLSEK KAPUAS HULU TINGKATKAN PENJAGAAN MALAM ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN MAKO

9 Juli 2026 - 02:05 WIB

Trending di News