KOTIM, BORNEO – Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Polsubsektor Telaga Antang, Polsek Antang Kalang, terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah konkret ini ditunjukkan melalui kegiatan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Posko Terpadu Operasi Bina Karuna Telabang T.A. 2026, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berpusat di Mako Polsubsektor Telaga Antang tersebut dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pemeriksaan sarpras dilakukan langsung oleh personel Bhabinkamtibmas, di antaranya AIPTU Eko Purnomo (Bhabinkamtibmas Desa Agung Mulya), Brigpol M. Yadi (Bhabinkamtibmas Desa Bukit Indah), dan Bripda Tedi (Bhabinkamtibmas Desa Tumbang Sepayang), dengan didampingi Kaur Pemerintahan Desa Tumbang Sangai.
Kapolres Kotim menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh kelengkapan taktis siap siagakan sewaktu-waktu terjadi lonjakan ancaman Karhutla di wilayah Kecamatan Telaga Antang.
Adapun sejumlah perlengkapan utama yang disiagakan di Posko Terpadu meliputi 1 unit armada kendaraan roda tiga (Tosa), 1 unit mesin pompa air (Alkon), serta 2 rol selang pemadam.
Selain merawat dan mensimulasikan kesiapan alat, para personel di lapangan juga aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat setempat.
“Kami terus menyosialisasikan bahwa Polda Kalteng saat ini sedang menggelar Operasi Bina Karuna Telabang 2026. Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat ancaman bahaya Karhutla serta sanksi hukum tegas yang menanti bagi para pelanggar,” tegas Kapolres Kotim dalam keterangannya.
Melalui pendekatan edukatif dan imbauan Kamtibmas ini, pihak kepolisian berharap sinergi antara aparat dan warga semakin kuat guna menjaga situasi wilayah tetap aman, kondusif, serta bebas dari asap.
Seluruh rangkaian kegiatan Gelar Sarpras Posko Terpadu di Polsubsektor Telaga Antang tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

















