Bekasi, 2 Agustus 2026
Wanita yang benar-benar cerdas adalah wanita yang pandai mengatur dan mengelola keuangannya dengan baik. Berbeda jauh dengan wanita yang telah bertahun-tahun berumah tangga namun tetap tidak memiliki kemampuan apa pun dalam mengurus urusan keuangan keluarga. Kesalahan terbesarnya adalah: tidak pernah mau belajar dari pengalaman, menutup diri dari pengetahuan baru, dan selalu mencari alasan untuk tetap begitulah adanya. Akibatnya bertahun-tahun berlalu ia hanya berlari di tempat, kebodohan demi kebodohan terus berulang, dan tidak ada kemajuan sedikit pun yang terlihat.
Kita bisa melihat gambaran nyata ini dari banyak tokoh dan artis yang pernah ada di layar kita:
Contoh yang tidak mau belajar dan jatuh menderita:
– Ada yang dulunya sangat populer dan berpenghasilan sangat besar setiap bulan, namun hidup boros tanpa perhitungan, tidak mau menyisihkan tabungan. Ketika tawaran pekerjaan berkurang, ia langsung bangkrut, terjerat utang miliaran rupiah, terpaksa menjual semua harta, bahkan ada yang sampai harus tidur di tempat yang sangat sederhana dekat rel kereta api. Bertahun-tahun berlalu ia tidak pernah memperbaiki cara pikirnya, sehingga nasibnya tidak pernah berubah menjadi lebih baik.
– Ada pula yang mengelola uang seenaknya sendiri, tergoda judi daring dan hal-hal buruk lain, sehingga uang usaha keluarga ratusan juta rupiah raib seketika. Bertahun-tahun pernikahan tidak ada sistem keuangan yang benar, hingga akhirnya rumah tangga pun hancur dan masuk ke pengadilan.
– Ada yang penghasilannya sebenarnya besar, tapi habis semata-mata hanya untuk gaya hidup mewah semata, mengejar kemewahan sesaat tanpa berpikir masa depan. Ketika musibah datang, ternyata tidak ada satu pun persediaan, lalu hanya bisa mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Sebaliknya, contoh wanita yang mau belajar dan menjadi mahkota rumah tangga:
– Seperti Prilly Latuconsina, ia sadar bahwa penghasilan dari dunia hiburan itu tidak menentu. Ia terus belajar, memperbanyak wawasan, dan mengembangkan banyak sumber pendapatan lain: bisnis, investasi, hingga pendidikan. Ia disiplin menyisihkan uang, sehingga meski sibuk, masa depannya terjamin kokoh.
– Seperti Cinta Laura, ia memilih hidup sederhana walau penghasilannya besar, rajin belajar literasi keuangan sejak muda, dan pandai membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan semata .
Jelas terlihat bedanya: Kecerdasan itu bukan datang begitu saja, tapi karena ada kemauan untuk terus belajar, mengoreksi kesalahan, dan membangun rencana ke depan. Sedangkan kebodohan itu bukan karena tidak pandai, melainkan karena keras hati tidak mau berubah, enggan membuka diri pada ilmu, dan merasa sudah cukup dengan apa yang diketahui selama ini. Jangan sampai bertahun-tahun berlalu namun kita tetap berada di titik yang sama saja.
Catatan: Tulisan ini merupakan pandangan penulis dan tanggung jawab isinya sepenuhnya ada pada penulis.




















