Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan peningkatan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.
Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan Jawa Barat, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembahasan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Saan Mustopa, bersama pimpinan Komisi V DPR RI dan Kementerian PU.
Menurut Farhan, selain penambahan dan perbaikan PJU di Jalan Soekarno-Hatta, pemerintah juga mengupayakan perbaikan sejumlah ruas jalan yang terhubung langsung dengan koridor tersebut melalui dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota sedang berjalan. Prioritas pertama adalah penerangan jalan umum di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta sesuai arahan Gubernur Jawa Barat,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Tak hanya menambah infrastruktur penerangan, Pemkot Bandung juga menyiapkan penerapan sistem managed service berbasis teknologi untuk memantau kondisi lampu jalan secara real time.
Sistem tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Bandung Command Center dan Area Traffic Control System (ATCS).
Farhan menjelaskan, selama ini proses penanganan lampu jalan yang mati masih membutuhkan waktu karena harus menunggu laporan masyarakat melalui layanan darurat 112, dilanjutkan survei lapangan dan proses perbaikan.
“Kalau nanti sistem teknologi managed service ini berjalan, kita bisa memiliki dashboard yang terhubung dengan command center. Dari situ akan langsung terlihat titik mana yang rusak atau mati, sehingga petugas bisa segera melakukan perbaikan,” katanya.
Skema kerja sama tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Menurut Farhan, masa kerja sama harus disesuaikan dengan ketentuan yang mengatur masa jabatan kepala daerah.
Untuk kawasan Jalan Soekarno-Hatta sendiri, jumlah titik PJU yang akan menjadi bagian dari sistem tersebut diperkirakan mencapai hampir 4.000 titik, termasuk lampu penerangan pada sejumlah jembatan layang dan infrastruktur penunjang lainnya.
Selain PJU, Pemkot Bandung juga berencana menambah fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Dua lokasi yang dipastikan akan dibangun berada di kawasan depan SMKN 7 dan SMKN 9 Bandung.
Sedangkan usulan pembangunan JPO di lokasi lain masih akan dibahas bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mengingat status Jalan Soekarno-Hatta merupakan jalan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Farhan juga menanggapi aspirasi komunitas pesepeda terkait jalur aman bersepeda di Kota Bandung.
Ia mengungkapkan, telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk memperkuat komunikasi dengan komunitas sepeda dalam menentukan ruas-ruas jalan yang aman dan nyaman bagi pesepeda.
“Saya melihat masih ada beberapa marka jalur sepeda yang belum diberi warna hijau. Kemungkinan masih menunggu masukan dan persetujuan dari komunitas sepeda. Karena itu komunikasi antara komunitas dengan Dishub sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan pengguna sepeda,” tuturnya.
Pemkot Bandung berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kota, dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan keselamatan pengguna jalan, baik melalui perbaikan penerangan, pembangunan fasilitas penyeberangan, maupun penguatan jaringan jalur sepeda di Kota Bandung. (ziz)**




















