Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Pemkot Bandung dan KPK Luncurkan PADI, ASN Wajib Ikuti Pendidikan Antikorupsi Berkelanjutan 

badge-check


					Pemkot Bandung dan KPK Luncurkan PADI, ASN Wajib Ikuti Pendidikan Antikorupsi Berkelanjutan  Perbesar

Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Pendidikan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI) yang wajib diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN).

 

Program ini merupakan yang pertama kali dijalankan di level pemerintah kota/kabupaten dengan supervisi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut PADI sebagai bentuk pencegahan dini terhadap praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.

 

“Program ini untuk semua ASN di Pemkot Bandung. Bentuk sosialisasi agar kita punya patokan yang jelas, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kolaborasi dengan KPK ini levelnya sudah sangat struktural,” ujarnya usai Launching Pembelajaran Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI) di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung, Senin 22 September 2025.

 

Farhan berharap, pelaksanaan PADI dapat meningkatkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPI) Kota Bandung. Saat ini skor SPI Bandung masih di bawah target yang ditetapkan KPK.

 

“SPI kita masih harus dikejar sampai di atas angka 79. Dengan adanya program ini, saya berharap bisa memperbaikinya,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan, program PADI harus dijalankan berkelanjutan.

 

“Setiap tahun wajib ada pendidikan antikorupsi. Harapan saya, siapapun wali kotanya nanti, program ini tidak boleh berganti. Inovasi ini harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana menjelaskan, Kota Bandung menjadi daerah pertama yang meminta langsung agar konten pembelajaran antikorupsi KPK bisa diadopsi.

 

“Konten dari LMS (Learning Management System) KPK ditransfer ke Bandung, lalu dikembangkan lagi. Hari ini di-launching untuk 16.000 ASN, dari pejabat tinggi hingga staf,” ungkap Wawan.

 

Menurutnya, dengan mengikuti PADI, seluruh ASN akan memiliki pemahaman yang sama terkait korupsi.

 

“Kalau pengertiannya sama, pejabat dan pegawai tidak bisa kongkalikong lagi. Target kita jelas, menghapus korupsi di Bandung,” ujarnya.

 

Program ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga pembelajaran mengenai modus korupsi yang terus diperbarui sesuai perkembangan zaman, termasuk yang menggunakan teknologi baru.

 

“Konten PADI dinamis. Misalnya, modus dengan cryptocurrency, itu akan masuk sebagai pembelajaran. Jadi pemahaman ASN akan selalu relevan dengan kondisi terbaru,” kata Wawan.(rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PAMAPTA III POLRES SERUYAN PATROLI DIALOGIS BERSAMA DAMKAR, PERKUAT SINERGI CEGAH KARHUTLA DAN GANGGUAN KAMTIBMAS

10 Mei 2026 - 14:31 WIB

POLRES SERUYAN GELAR APEL SIAGA ON CALL, PATROLI BANK DAN CAFE

10 Mei 2026 - 14:22 WIB

SATPOLAIRUD POLRES SERUYAN SOSIALISASIKAN LARANGAN KARHUTLA DI KAMPUNG KUMAI KUALA PEMBUANG

10 Mei 2026 - 14:16 WIB

PAMAPTA I POLRES SERUYAN GELAR PATROLI OBJEK VITAL DI KUALA PEMBUANG

10 Mei 2026 - 14:12 WIB

PAMAPTA I POLRES SERUYAN PATROLI DIALOGIS, SOSIALISASIKAN SUPER APP POLRI KEPADA MASYARAKAT

10 Mei 2026 - 14:06 WIB

Trending di News