Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Dari Ronda Malam ke Siaga Bencana, Bandung Hidupkan Kembali Siskamling

badge-check


					Dari Ronda Malam ke Siaga Bencana, Bandung Hidupkan Kembali Siskamling Perbesar

Suasana Rabu pagi, 24 September 2025 di Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, terasa berbeda. Warga dari berbagai RW datang berbondong-bondong, sebagian mengenakan seragam komunitas siaga bencana, sebagian lagi membawa perlengkapan simbolis ronda malam.

 

Namun, kali ini mereka tidak hanya bicara soal keamanan lingkungan, melainkan juga tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.

 

Di hadapan masyarakat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meluncurkan program Siskamling Siaga Bencana. Program ini menjadi terobosan yang memadukan tradisi lama ronda malam dengan kebutuhan baru, yakni kesiapsiagaan bencana alam.

 

“Program ini bukan acara seremonial. Ini pola yang akan kita jalankan di semua kelurahan. Ronda malam bukan hanya jaga maling, tapi juga ronda bencana. Kita ingin masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat bencana datang, siapa yang harus dihubungi, dan bagaimana menolong sesama,” kata Farhan.

 

Bandung memang kota dengan ancaman bencana berlapis. Setiap tahun, banjir melanda kawasan di bantaran sungai, kebakaran sering terjadi di pemukiman padat. Puting beliung beberapa kali memorak-porandakan rumah warga di pinggiran kota. Belum lagi ancaman longsor di daerah-daerah dengan kontur tanah labil.

 

“Setiap RW punya risiko berbeda. Ada yang harus siap banjir, ada yang harus siap kebakaran, ada pula yang sering diterpa puting beliung. Karena itu, pola ini fleksibel, tapi tetap terstruktur. Warga harus paham jalur evakuasi, tahu prosedur pertolongan pertama, dan terbiasa dengan simulasi,” jelas Farhan.

 

Menurutnya, warga adalah garda terdepan dalam setiap bencana. Pemerintah kota memang memiliki dinas teknis, mulai dari Diskar PB, Dinas Kesehatan, hingga PMI. Tetapi, menit-menit pertama bencana justru ditentukan oleh reaksi warga.

 

“Golden time itu hitungan menit. Kalau masyarakat siap, korban bisa ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

 

Peluncuran ini bukan sekadar simbol, melainkan awal dari budaya baru, budaya ronda bencana.

 

Dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui siskamling, Pemkot Bandung ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. (ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PAMAPTA III POLRES SERUYAN PATROLI DIALOGIS BERSAMA DAMKAR, PERKUAT SINERGI CEGAH KARHUTLA DAN GANGGUAN KAMTIBMAS

10 Mei 2026 - 14:31 WIB

POLRES SERUYAN GELAR APEL SIAGA ON CALL, PATROLI BANK DAN CAFE

10 Mei 2026 - 14:22 WIB

SATPOLAIRUD POLRES SERUYAN SOSIALISASIKAN LARANGAN KARHUTLA DI KAMPUNG KUMAI KUALA PEMBUANG

10 Mei 2026 - 14:16 WIB

PAMAPTA I POLRES SERUYAN GELAR PATROLI OBJEK VITAL DI KUALA PEMBUANG

10 Mei 2026 - 14:12 WIB

PAMAPTA I POLRES SERUYAN PATROLI DIALOGIS, SOSIALISASIKAN SUPER APP POLRI KEPADA MASYARAKAT

10 Mei 2026 - 14:06 WIB

Trending di News