Cilacap, nuansarealitanews.com. Ada energi baru yang terasa di Pendopo Kabupaten Cilacap pada hari yang sarat makna, Jumat, 26 September 2025. Bukan sekadar seremoni formal, momen ini adalah penyerahan tongkat estafet mimpi, ketika Bupati Syamsul Auliya Rachman dengan khidmat melantik 17 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Minggu (28/09/2025)
Suasana khusyuk diselimuti janji suci pengabdian, di mana putra-putri terbaik Cilacap berdiri tegak, siap mengemban takdir untuk melayani.

Cilacap Memanggil: Estafet Mimpi dan Harapan
Mereka yang dilantik adalah wajah-wajah harapan yang akan merangkul tantangan besar.
Mereka adalah para ksatria yang ditugaskan di jantung pemerintahan, mulai dari menjaga alam hingga mengelola pendidikan.
Kita saksikan nama-nama inspiratif, seperti Ahmad Nurlaeli yang akan menjaga kelestarian lingkungan, Arida Puji Hastuti yang akan membuka pintu rezeki bagi investor, hingga Paiman yang dipercaya menjadi nahkoda Dinas Pendidikan.
Tugas mereka bukan lagi sekadar pekerjaan, melainkan amanah hati dari jutaan warga Cilacap.
Pesan Hangat dari Regional: Prioritaskan Senyum Warga
Dukungan penuh yang menghangatkan datang langsung dari tingkat regional.
Sastriwidianata, Kepala Wilayah (Kaprewil) Jawa Tengah, secara khusus mengirimkan pesan yang mendalam.
Ucapan selamat ini bukan sekadar basa-basi, melainkan doa restu agar sumpah yang terucap dapat diwujudkan dalam kerja nyata.
> “Kami berharap Putra Putri terbaik yang telah diberi amanah menduduki jabatan penting ini bisa membawa perubahan, maju pesat, dan lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat,” ungkap Kaprewil Sastri dengan penuh harap.
Ia menegaskan, kehadiran para pejabat baru ini harus menjadi angin segar yang membantu kinerja pemerintah, membawa Cilacap bukan hanya maju, tetapi menjadi besar dan inspiratif di masa depan.
Ajakan Bupati: Bekerja dengan Akal dan Hati
Dalam sambutannya, Bupati Syamsul Auliya Rachman menyampaikan inti dari pengabdian: Inovasi dan Keberanian.
Ia tidak memungkiri adanya tantangan besar, terutama keterbatasan dana, namun hal itu justru harus menjadi pemicu kreatifitas.
“Teman-teman kepala perangkat daerah harus mampu meningkatkan kinerja sekaligus menggali potensi dan berani membuka peluang kerja sama,” tegas Bupati.
Namun yang paling menyentuh adalah penekanannya pada kecepatan dan akuntabilitas. Bupati Syamsul tidak ingin melihat kinerja berjalan lambat; ia menuntut hasil yang terukur.
“Penilaian tidak perlu menunggu dua tahun. Jika dalam enam bulan target tidak tercapai, akan ada evaluasi,” ujarnya, menegaskan komitmen bahwa pelayanan terbaik bagi rakyat tidak bisa ditunda.
Momen ini adalah janji: janji untuk bekerja keras, untuk berinovasi tanpa henti, dan yang terpenting, untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir selalu berpusat pada kesejahteraan dan senyum seluruh masyarakat Cilacap.
(Sas NR)












