Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Retreat Pemkot Bandung, Farhan: Perubahan Birokrasi adalah Kunci

badge-check


					Retreat Pemkot Bandung, Farhan: Perubahan Birokrasi adalah Kunci Perbesar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan, perubahan birokrasi adalah kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih manusiawi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Kami ingin membangun budaya kerja baru yang kolaboratif, adaptif, dan berintegritas. Tidak hanya meningkatkan kompetensi aparatur, tetapi memastikan setiap ASN memahami perannya sebagai pelayan publik,” ujarnya saat retreat di Pusdikter TNI AD Kabupaten Bandung Barat, Selasa 4 November 2025.

 

Farhan menjelaskan, melalui retreat ini, Pemkot Bandung bertekad untuk bertransformasi dari birokrasi administratif menjadi birokrasi yang berorientasi pada manfaat nyata bagi warga.

 

Kegiatan pembekalan menekankan tiga fokus utama yang menjadi pondasi perubahan:

1. Mindset Melayani

Setiap pejabat adalah pelayan masyarakat. Empati, ketulusan, dan tanggung jawab menjadi dasar pelayanan publik.

 

2. Kepemimpinan Adaptif

Camat dan lurah diharapkan mampu memimpin perubahan, menghadapi tantangan digitalisasi, serta membangun tim kerja yang solid dan inovatif.

 

3. Sistem Kerja Berbasis Hasil

Setiap program harus berdampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

 

Farhan menuturkan, transformasi birokrasi bukan hanya soal regulasi atau teknologi, tetapi perubahan cara berpikir dan cara bekerja.

 

“Pelayanan publik ke depan harus semakin cepat, transparan, dan berorientasi solusi. Warga cukup datang, dilayani, dan pulang dengan kepuasan,” katanya.

 

Ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, seperti digitalisasi layanan, antrean daring, hingga komunikasi publik yang lebih humanis.

 

Menurutnya, ruang pelayanan publik adalah etalase birokrasi modern, tempat warga dapat merasakan langsung perubahan nyata.

 

“Pelayanan di kecamatan dan kelurahan harus menjadi garda depan perubahan, melayani dengan hati, bekerja dengan data, dan bergerak dengan kolaborasi,” ucap Farhan.(rer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Parkir Liar, Puluhan Kendaraan Ditindak di Kawasan Rawan Macet Kota Bandung

9 Mei 2026 - 15:52 WIB

Berikan Imbauan kantibmas kepada warga di lakukan piket Polsek Kapuas Tengah.

9 Mei 2026 - 15:48 WIB

Patroli objek vital ke bank BPD Rutin dilakukan Personil Polsek Kapuas tengah.

9 Mei 2026 - 15:44 WIB

Personil Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

9 Mei 2026 - 15:40 WIB

Personil polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

9 Mei 2026 - 15:37 WIB

Trending di News