NuansarealitaNews.com-Aceh Tamiang. Menindaklanjuti paparan resmi BMKG Aceh Prospek Cuaca dan Iklim terkini, terkait dinamika iklim dan potensi curah hujan tinggi beberapa bulan ke depan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang atas instruksi tegas Bupati Irjen Pol. (Purn). Drs. Armia Pahmi, M.H langsung bergerak cepat menggelar Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana. (18/09/2026) di Aula Setdakab.
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,mengenai keselamatan dan ketenangan warga adalah harga mati. Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru sibuk berbenah. Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, Pemkab Aceh Tamiang telah menyusun skenario penanganan hingga titik paling kritis (worst-case scenario).
Berikut langkah konkret dan terukur yang telah disiapkan :
Pemetaan 101 Titik Evakuasi Tersebar di 12 Kecamatan Pemkab telah menetapkan 80 Titik Tempat Evakuasi (TE) aman, 19 Titik Evakuasi Terintegrasi Buffer Stock (TE+BS) untuk mempercepat bantuan, serta 2 Pusat Logistik Utama. Di setiap titik siap difungsikan Tenda Hunian, Tenda Kesehatan, hingga Tenda Logistik.
Ketahanan Pangan & Logistik yang Terhitung Presisi Estimasi paket bantuan (pangan, sandang, dan papan) telah dihitung berbasis data jumlah penduduk di tiap kecamatan. Buffer stock disiagakan di lokasi terdekat agar distribusi bantuan cepat, tepat, dan tanpa hambatan.
Redundansi Komunikasi Darurat Antisipasi kelumpuhan sinyal seluler saat cuaca buruk, Pemkab menjalin kolaborasi strategis bersama ORARI dan PT Pertamina untuk memastikan jaringan radio komunikasi darurat (Sinyal Radio/VHF-UHF) serta pasokan energi di lapangan tetap aktif.
Bagi Pemkab Aceh Tamiang keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Pemkab Aceh Tamiang hadir, siap, dan bekerja penuh berbasis data dan perencanaan matang untuk melindungi seluruh masyarakat Aceh Tamiang.
“Mari kita bersama tingkatkan kewaspadaan lingkungan dan selalu pantau kanal informasi resmi Pemkab Aceh Tamiang, BPBD, serta BMKG”. Tutupnya.(AR)







