MAJALENGKA, NR – Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Andir, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, tengah mempersiapkan diri untuk menerima kunjungan dari Markas Besar (Mabes) TNI pada Senin, 19 Oktober 2026. Di tengah persiapan tersebut, berbagai dinamika internal menjadi bagian dari perjalanan koperasi dalam mewujudkan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Keberadaan Koperasi Merah Putih selama ini menuai beragam tanggapan, baik dari masyarakat maupun kalangan pengurus koperasi sendiri. Sejumlah hal menjadi bahan pembicaraan, mulai dari keberadaan manajer hingga mekanisme pengangkatan pengelola koperasi.
Dalam upaya menyamakan persepsi, manajer KMP Desa Andir, Sofyan, melakukan komunikasi dan diskusi bersama Babinsa, ketua koperasi, serta Kuwu Desa Andir. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai arah pengelolaan dan pengembangan koperasi ke depan.
Sofyan menyampaikan bahwa dirinya terbuka terhadap berbagai masukan dan berharap seluruh pihak dapat membangun kerja sama yang sinergis demi kemajuan koperasi.
“Pada prinsipnya, saya sangat berharap adanya kerja sama yang sinergis. Kita harus bersama-sama memajukan desa melalui Koperasi Merah Putih. Tanpa kerja sama dan dukungan penuh dari pemerintah setempat, akan sulit bagi koperasi untuk maju dan berkembang,” ungkap Sofyan.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, pengurus, unsur pembina, serta partisipasi masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, perbedaan pandangan diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan menghasilkan langkah nyata bagi kemajuan bersama.
Pada kesempatan yang sama, para pengurus koperasi yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) sejak Maret 2025 juga berharap terjalin hubungan kerja yang baik dengan seluruh unsur yang terlibat.
Mereka menegaskan pentingnya menyatukan langkah untuk menyukseskan program pemerintah melalui pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Dadan, yang mendapat mandat sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Andir, menilai bahwa tantangan utama koperasi ke depan adalah bagaimana membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Tantangannya adalah bagaimana Koperasi Merah Putih bisa diterima masyarakat dan benar-benar memberikan manfaat. Hal lain yang harus menjadi perhatian khusus adalah jangan sampai keberadaan koperasi justru mematikan usaha para pengusaha kecil yang sudah tumbuh di desa,” ujar Dadan.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan koperasi perlu memperhatikan keberlangsungan usaha mikro dan kecil yang telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat desa. Koperasi diharapkan mampu menjadi mitra yang memperkuat ekosistem usaha lokal, membuka peluang ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan pelaku usaha yang sudah ada.
Ke depan, seluruh elemen yang terlibat dalam KMP Desa Andir diharapkan dapat mengesampingkan perbedaan pandangan dan mengutamakan kepentingan bersama. Komunikasi terbuka, pembagian tugas yang jelas, serta pengelolaan yang akuntabel menjadi modal penting untuk membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, melainkan juga harapan bagi penguatan ekonomi desa. Namun, harapan tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepercayaan masyarakat, dan sinergi seluruh pihak.
Dengan semangat kebersamaan, KMP Desa Andir diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tumbuh berdampingan dengan pelaku usaha kecil di desa.
DN










