MAJALENGKA, NR – Kabupaten Majalengka kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Laela Karmila, S.Ag., guru MTsN 2 Majalengka, berhasil meraih peringkat ketujuh dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Agustus 2026 lalu.
Laela Karmila, yang akrab disapa Ela, merupakan salah satu peserta yang mewakili kontingen Provinsi Jawa Barat dalam ajang bergengsi tersebut. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Majalengka, khususnya kalangan pendidikan dan pesantren.
Selain berprofesi sebagai guru, Ela juga memimpin Pondok Pesantren Al Harits yang berlokasi di Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Pesantren tersebut membina ratusan santri yang mendalami seni membaca Al-Qur’an atau qiraah.
Di bawah pembinaannya, Pondok Pesantren Al Harits telah melahirkan sejumlah santri berprestasi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhan pesantren dalam membina generasi Qurani yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan berprestasi dalam berbagai perlombaan.
Meski tergolong masih relatif muda, perkembangan Pondok Pesantren Al Harits terbilang pesat. Lembaga ini tidak hanya mengembangkan pendidikan kepesantrenan, tetapi juga menyelenggarakan pendidikan formal melalui SMP Islam Terpadu (SMP IT) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kolaborasi antara pendidikan agama dan pendidikan formal tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Hal ini turut mendorong peningkatan jumlah santri dan peserta didik baru yang terus bertambah setiap tahun.
Fasilitas Pendidikan Masih Menjadi Tantangan
Di tempat terpisah, NR berbincang dengan Herman Suherman, S.Ag., M.Pd., suami Laela Karmila yang juga berprofesi sebagai penyuluh di lingkungan Kementerian Agama.
Herman membenarkan pesatnya perkembangan lembaga pendidikan yang dikelola bersama keluarganya. Namun, di balik peningkatan jumlah peserta didik, terdapat tantangan yang perlu segera mendapat perhatian, terutama keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran.
Menurutnya, setiap memasuki tahun ajaran baru, pihak pengelola kerap dihadapkan pada persoalan keterbatasan fasilitas, khususnya ruang kelas untuk menampung peserta didik yang terus bertambah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan pendidikan para santri dapat terpenuhi.
Di akhir perbincangan dengan NR, Herman berharap adanya dukungan dan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk membantu pengembangan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Al Harits.
Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses belajar, serta melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.
Prestasi Laela Karmila di tingkat nasional diharapkan menjadi motivasi bagi para santri dan tenaga pendidik di Kabupaten Majalengka untuk terus berkarya, mengembangkan potensi, serta mengharumkan nama daerah di berbagai ajang prestasi.
DN
