Prosedur Tak Sesuai, Excavator Amblas Saat Kerjakan Box Culvert di Terantang Hilir

Nuansarealitanews.com, Kotawaringin Timur (Kalteng) — Akibat pengoperasian yang tidak sesuai prosedur teknis, satu unit alat berat jenis excavator amblas hingga terperosok ke dalam tanah saat mengerjakan proyek box culvert di Jalan Provinsi Sungai Masjid, perbatasan RT 05 dan RT 06 Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Insiden yang disebabkan salah teknik penggunaan alat berat tersebut sempat membuat geger warga setempat. Operator alat berat yang sempat terjebak dilaporkan sudah tidak berada di lokasi kejadian usai berhasil keluar dari area jalan yang ambles.

Imbas dari peristiwa ini, aktivitas perekonomian warga terganggu. Akses jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat sekitar untuk mengangkut dan menjual hasil perkebunan kelapa sawit.

Salah seorang warga sekitar menyayangkan kecerobohan teknis dalam pengerjaan proyek tersebut. Menurutnya, medan tanah di area tersebut memerlukan persiapan matang sebelum alat berat diturunkan.

“Seharusnya operator berhati-hati dan sebelum mengoperasikan alat berat disiapkan matting-matting (matras landasan) agar tidak amblas,” ujar warga setempat.

Meskipun terjadi kendala teknis di titik Sungai Masjid, pengerjaan box culvert di empat titik lokasi lainnya yang berada dalam jalur proyek tersebut dilaporkan berjalan normal tanpa hambatan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pengerjaan ini merupakan bagian dari paket Peningkatan Jalan Cempaka Mulya – Kampung Melayu di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Proyek bernilai Rp2.424.000.000,00 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Prov. Kalteng TA 2026 ini dikerjakan oleh penyedia jasa CV Kompak Jaya asal Pangkalan Bun, dengan konsultan pengawas CV Triasponter. Waktu pelaksanaan ditetapkan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 9 Juli hingga 5 Desember 2026.

Warga berharap pihak pelaksana segera mengevakuasi alat berat tersebut dan memperbaiki akses jalan yang rusak agar mobilitas pengangkutan hasil sawit warga kembali lancar.

(Umar k)