Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Paradoks Industri dan Pengangguran di Karawang

badge-check


					Paradoks Industri dan Pengangguran di Karawang Perbesar

Mr. kim angkat bicara “Paradoks Industri dan Pengangguran” Soroti Ketimpangan Tenaga Kerja Lokal di Kareang.Sebuah forum diskusi publik bertema “Paradoks Industri dan Pengangguran di Kabupaten Karawang” digelar pada Jumat (15/08/2025) di Hotel Lebak Sari Indah (LSI), Karawang. Forum ini mempertemukan berbagai tokoh lintas sektor yang peduli terhadap isu ketenagakerjaan dan pembangunan sosial di daerah industri terbesar di Indonesia.

Karawang, yang dikenal sebagai “lumbung padi nasional” sekaligus pusat kawasan industri multinasional, menyimpan ironi: tingginya angka pengangguran lokal di tengah menjamurnya pabrik dan perusahaan besar. Forum ini menjadi ruang terbuka untuk mengurai akar persoalan dan merumuskan solusi konkret.

Narasumber yang Hadir:
Mister KIM – Aktivis sosial pemberdayaan masyarakat lokal

Kang Ais – Pengamat ketenagakerjaan dan penggagas Perda

Kang Emay Ahmad Machi – Tokoh muda dan pemerhati kebijakan publik

Bang Tejo – Ketua Barisan Rakyat Karawang (Barak)

Kang Abda Khair Mufti – Praktisi lingkungan dan advokat dampak industri

Ahmad Jubaedin, S.Ag., S.H. – Tokoh hukum dan sosial

Hendri Iwan Pradipto – Ketua Asosiasi HRD dan GA Karawang

H. Endang Sodikin – Ketua DPRD Kabupaten Karawang

Isu yang Dibahas:
Ketimpangan rekrutmen tenaga kerja lokal vs luar daerah

Minimnya transparansi dalam proses penerimaan kerja

Lemahnya pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan

Peran pemerintah daerah dalam regulasi dan pengawasan

Dampak sosial dan lingkungan dari ekspansi industri

“Karawang jangan hanya dikenal sebagai pusat pabrik, tapi harus menjadi rumah yang sejahtera bagi warganya,” tegas Kang Ais dalam sesi pemaparan.

Para pembicara sepakat bahwa solusi tidak bisa datang dari satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang adil, transparan, dan berpihak pada warga lokal.

Seruan untuk Dialog Berkelanjutan
Forum ini ditutup dengan ajakan agar diskusi publik semacam ini dijadikan agenda rutin. Tujuannya adalah membangun kesadaran bersama, memperkuat advokasi kebijakan, dan mempercepat pembenahan sektor ketenagakerjaan di Karawang.

Dengan semangat partisipatif dan inklusif, Karawang diharapkan mampu menjawab paradoks industri dan pengangguran, serta mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Kamtibmas Saat Jam Rawan, Polsek Kapuas Barat Sasar Rumah Kosong dan Area Pertokoan

11 Mei 2026 - 11:25 WIB

Pastikan Keselamatan Transportasi Air, Polsek Kapuas Barat Pantau Dermaga Feri Desa Sei Pitung

11 Mei 2026 - 11:21 WIB

Sinergi Cegah Karhutla, Polsek Kapuas Barat Patroli Terpadu Bersama Manggala Agni Wilayah II

11 Mei 2026 - 11:17 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Kapuas Barat Perketat Patroli di Bank BRI KCP Mandomai

11 Mei 2026 - 11:13 WIB

Berikan Pelayanan Prima, SPKT Polsek Kapuas Barat Sambut Hangat Warga Desa Anjir Kalampan

11 Mei 2026 - 11:09 WIB

Trending di News