Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Simulasi Gempa di Sekeloa: Latihan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Potensi Bencana

badge-check


					Simulasi Gempa di Sekeloa: Latihan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Potensi Bencana Perbesar

Sesaat gempa bumi mengguncang kawasan Sekeloa Kota Bandung, suara sirine meraung, warga berhamburan menuju titik kumpul evakuasi dan tim medis bergegas berlari.

Begitulah suasana simulasi kebencanaan yang digelar di RW 15 Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Sabtu 23 Agustus 2025.

Simulasi dimulai dengan pemukulan kentongan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sebagai tanda keadaan darurat.

Dalam skenario tersebut, pukul 08.00 WIB terjadi gempa berkekuatan 4,2 magnitudo akibat pergeseran Sesar Lembang pada kedalaman 18 km, dengan guncangan selama 7 detik.

Warga pun langsung melakukan prosedur penyelamatan diri sebagaimana telah disosialisasikan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 600 warga dari berbagai usia, yang bersama-sama dilatih untuk menghadapi kondisi darurat bencana.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menuturkan, latihan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Apalagi Kota Bandung berada di wilayah rawan karena dekat dengan Sesar Lembang.

“Simulasi bencana ini harus melibatkan masyarakat. Semakin banyak warga yang ikut, semakin bagus. Karena tujuannya adalah meningkatkan kesadaran. Latihan ini tidak boleh hanya sekali, tetapi harus diulang-ulang di semua tempat dan disosialisasikan melalui berbagai media,” ungkap Farhan.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengungkapkan, kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci keselamatan ketika bencana terjadi.

“Kuncinya adalah kapasitas masyarakat, mereka harus tahu apa yang harus dilakukan,” kata Didi.

Menurutnya, potensi gempa akibat Sesar Lembang bisa mencapai 6,5 – 7 magnitudo, dengan dampak yang bisa berada pada level 8 (sedang hingga berat).

“Kalau sekarang kita berlatih, saat kejadian sebenarnya kita akan lebih siap. Jangan tunggu bencana, tapi ubah cara pandang, sebelum bencana kita harus latihan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, juga hadir dan mengingatkan pentingnya prioritas anggaran untuk mitigasi bencana.

“Sesar Lembang itu dekat, dan Bandung memang belum pernah mengalami bencana besar. Semoga tidak terjadi. Tapi kita tidak boleh lengah. Anggaran untuk edukasi dan mitigasi bencana harus diprioritaskan. Bencana bisa terjadi kapan saja, kepada siapa saja,” ujarnya.(yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Kamtibmas Saat Jam Rawan, Polsek Kapuas Barat Sasar Rumah Kosong dan Area Pertokoan

11 Mei 2026 - 11:25 WIB

Pastikan Keselamatan Transportasi Air, Polsek Kapuas Barat Pantau Dermaga Feri Desa Sei Pitung

11 Mei 2026 - 11:21 WIB

Sinergi Cegah Karhutla, Polsek Kapuas Barat Patroli Terpadu Bersama Manggala Agni Wilayah II

11 Mei 2026 - 11:17 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Kapuas Barat Perketat Patroli di Bank BRI KCP Mandomai

11 Mei 2026 - 11:13 WIB

Berikan Pelayanan Prima, SPKT Polsek Kapuas Barat Sambut Hangat Warga Desa Anjir Kalampan

11 Mei 2026 - 11:09 WIB

Trending di News