Kotim, NuansarealitaNews.com,- Telah terjadi peristiwa kejadian beberapa bulan yang lalu terkait satgas pengambil alihan lahan, kebun dan lahan dari PT GAP (Globalindo Alam Perkasa) ke PT Agrinas dengan area di wilayah Jalan Jendral Sudirman KM 26

Di dalam pelaksanaannya pada saat di lapangan pun setelah terjadinya peristiwa pengambil alihan lahan ke PT Agrinas yang berimbas kepada kejelasan status dan posisi terhadap karyawannya itu sendiri
Lalu kemudian setelah dikonfirmasi beberapa awak media, salah satu karyawan PT GAP (Globalindo Alam Perkasa) yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa setelah kejadian satgas di beberapa bulan lalu, imbas nya kami dari karyawan PT GAP lah merasakan hal tersebut
Dikarenakan setelah kejadian peristiwa Satgas pengambil alihan lahan ke PT Agrinas ini dampak kejanggalan terjadi malahan kami ke karyawan bukan management PT GAP nya
“Kan padahal yang namanya karyawan hanya bekerja akan tetapi dampak terjadinya atas pengambilan lahan tersebut malahan ke karyawan, dan dampak imbasnya pun terhenti operasional selama 2 hari jadi karyawan pun tidak bisa bekerja dengan semestinya,” tambah salah satu karyawan yang tidak mau disebutkan namanya
Lebih lanjutnya dari investigasi dari tim beberapa karyawan yang bekerja di PT GAP pada saat di lapangan mengatakan kami dari pihak karyawan di duga ada intimidasi dari oknum pihak PT Agrinas dengan meminta untuk mengosongkan rumah hingga meninggalkan lokasi PT GAP (Globalindo Alam Perkasa) itu sendiri
Lalu dengan adanya kejadian ini pun sementara kami bingung dikarenakan yang bekerja masih karyawan dan di gajih PT GAP bukan nya PT Agrinas,
Ini malah yang mengatur karyawan PT Agrinas sedangkan gajih kami dari PT GAP, kemudian mau di bawa kalo begitu finishing karyawan bekerja ini
“Jangan lah di gantung kami ini, sudah sakit malahan disakiti lagi, kami hanya meminta mau di bawa kemana karyawan yang bekerja, dengan hal ini pun semoga setelah no viral no justice ada finishingnya, tidak ada finishing maka jalan nya Lebih Viral lagi,” tutupnya
(Arfandi)












