JATINANGOR, NR – Menjelang rencana pelantikan pejabat akademis di lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Sumedang, Apip Hadi Susanto, menyampaikan harapannya agar proses rotasi jabatan mengedepankan asas kinerja dan profesionalisme.

Apip menegaskan, IPDN sebagai institusi pemerintah harus memberi contoh kepada lembaga lain dalam hal rotasi dan mutasi pejabat. “Kami berharap tidak ada unsur kedaerahan maupun kelompok. Rotasi harus dilakukan berdasarkan kelayakan, kinerja, profesional, dan proporsional,” ujarnya, Sabtu (21/9).
Ia menambahkan, keberadaan IPDN di tanah Sunda hendaknya juga memperhatikan prinsip-prinsip kasundaan. “Silih asah, silih asih, silih asuh, jeung silih seungitan jeung papada jalmi perlu menjadi pegangan dalam mengelola lembaga,” imbuhnya.
Menurutnya, Kementerian Dalam Negeri selaku induk IPDN diyakini tetap memegang prinsip tersebut. Apalagi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikenal konsisten terhadap nilai-nilai kasundaan dalam tata kelola lembaga.
“Harapan kami, rotasi dan mutasi di IPDN tetap memperhatikan keberadaan putra daerah yang berkinerja baik dan profesional. Kami percaya Pak Rektor IPDN akan mengedepankan asas itu,” pungkas Apip.
Di tempat berbeda, H. Rahmat selaku Tokoh Masyarakat Jawa Barat, berpendapat bahwa, “Dengan rotasi jabatan akademis di IPDN diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang konteks sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat. Selain demikian, mungkin dengan berperannya putra daerah juga dapat meningkatkan rasa bangga dan memotivasi putra-putri daerah lainnya, ” Terang Rahmat.
“Mungkin apabila seorang rektor yang berasal dari daerah tersebut kemungkinan lebih memahami karakteristik, tantangan, dan kebutuhan spesifik yang dihadapi oleh mahasiswa serta masyarakat setempat. Mereka bisa lebih efektif dalam merancang kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal,” Tambahnya.
#Prabowo
#Mendagri
#KDM
#IPDN
#JawaBaratIstimewa
#DPDRI












