Kelurahan Antapani Kidul terus memperkuat barisan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Dua garda terdepan yang kini menjadi andalan warga adalah Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Relawan Kebakaran (Redkar).

Kehadiran keduanya semakin penting mengingat wilayah Antapani Kidul rawan banjir, kebakaran, hingga longsor.
Dalam kegiatan Monitoring Siskamling Siaga Bencana yang dihadiri Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Kamis 25 September 2025, Lurah Antapani Kidul, Dedi Juardi menjelaskan, Satlinmas telah dibekali dengan sistem komunikasi cepat berbasis teknologi.
“Kami sudah membentuk Satlinmas Kelurahan Antapani Kidul. Setiap laporan sudah terintegrasi lewat grup WhatsApp. Koordinasinya dengan TKSK, PMI, Diskar PB, LKK termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas,” ungkapnya.
Satlinmas berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menjadi ujung tombak mitigasi bencana.
Mereka dilatih menghadapi kondisi darurat seperti banjir dan longsor, serta bertindak cepat membantu evakuasi warga.
Bahkan, untuk menjaga kesiapan dan integritas, seluruh anggota Satlinmas sudah menjalani tes kesehatan dan tes urine.
“Termasuk juga kita sudah menguji kesehatan anggota Satrimas, tes urine. Alhamdulillah sadayana sehat, Pak,” tambah Dedi saat melaporkan kepada Wali Kota.
Redkar atau Relawan Kebakaran juga telah dibentuk untuk memperkuat penanganan musibah kebakaran yang kerap melanda wilayah padat penduduk. Mereka dilengkapi alat proteksi kebakaran sederhana, termasuk springkel warga yang ditempatkan di RW rawan kebakaran.
“Kami sudah menyebarkan alat springkel warga di RW 13 dan 14. Edukasi juga dilakukan agar warga bisa memanfaatkannya,” jelas Dedi.
Selain kesiapan personel, Antapani Kidul telah menggelar pelatihan khusus. Pada Juni 2025, Pemkot Bandung melalui BPBD melatih 90 anggota Satlinmas di Pusdikpom Cimahi.
Materi pelatihan meliputi simulasi evakuasi, pemadaman kebakaran skala kecil, hingga penanganan korban bencana. Hal ini semakin menguatkan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama dalam mitigasi.
Dengan keberadaan Satlinmas dan Redkar, Antapani Kidul menunjukkan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh warga.
“Kami ingin menjadikan Antapani Kidul sebagai kelurahan tangguh bencana. Satlinmas dan Redkar adalah ujung tombak kami,” ungkap Dedi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengapresiasi langkah ini. Ia menilai keberadaan Satlinmas dan Redkar adalah wujud nyata partisipasi warga.
“Kalau masyarakat sudah siap, risiko bencana bisa ditekan. Pemerintah kota mendukung penuh, tapi garda pertama tetap ada di masyarakat sendiri,” ujarnya.
Kesiapsiagaan ini semakin relevan karena Antapani Kidul tercatat mengalami sejumlah kejadian bencana dalam dua tahun terakhir: banjir akibat luapan Sungai Ciparumpung, Ciudurian, dan Cibodas; kebakaran di Yomart (2024) dan bengkel mobil di RW 12 (2025); serta longsor di beberapa titik bantaran sungai. Kondisi inilah yang membuat kehadiran Satlinmas dan Redkar semakin krusial.
Selain menjadi penolong pertama, Satlinmas dan Redkar juga berperan dalam edukasi warga. Mereka aktif menyosialisasikan jalur evakuasi, cara menghadapi banjir mendadak, hingga penggunaan alat pemadam api ringan. (rob)












