Cilacap, nuansarealitanews.com. Jembatan Gantung Dusun Cibereum menjadi sorotan setelah sebuah kendaraan roda empat mobil minibus yang mengangkut logistik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nekat melintas, meskipun jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua pada pagi hari Rabu 05/11/2025, sekitar pukul 9:20 WIB lebih kurang.

Insiden ini memicu kekhawatiran besar di kalangan warga tentang keselamatan infrastruktur yang vital bagi masyarakat setempat.
Jembatan gantung yang merupakan urat nadi akses masyarakat tersebut mengalami kelebihan kapasitas (over capacity) yang sangat membahayakan.
Tindakan pengemudi mobil logistik dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap aturan keselamatan infrastruktur lokal.
Logistik yang diangkut ditujukan untuk program mulia MBG, namun proses pengirimannya justru berpotensi merusak aset publik yang vital bagi ratusan warga.
Warga setempat langsung bereaksi dan mencoba menghentikan mobil logistik, namun upaya tersebut diabaikan oleh pengemudi.
Masyarakat mendesak pihak distributor logistik dan Penanggung Jawab Program MBG untuk:
Memberikan klarifikasi resmi kepada masyarakat dan awak media.
Melakukan inspeksi teknis segera dan menjamin tidak adanya kerusakan struktural.
Merevisi Standar Operasional Prosedur (SOP) logistik guna memastikan kepatuhan terhadap batas kapasitas infrastruktur setempat.
*Tindakan yang Diharapkan*
Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) didesak untuk turun tangan melakukan audit dan penegasan aturan demi mencegah terulangnya insiden yang mengancam keselamatan infrastruktur publik.
Jika jembatan gantung tersebut mengalami kerusakan atau ambruk, akses vital masyarakat akan terputus total dan dapat mengganggu kelangsungan Program Makan Bergizi Gratis itu sendiri.
“Penanggung Jawab Logistik MBG Bungkam
Pihak tim awak media telah berupaya menghubungi Bapak Candra, selaku penanggung jawab logistik MBG di wilayah tersebut, untuk mendapatkan keterangan resmi dan pertanggungjawaban terkait insiden. Sayangnya, upaya klarifikasi melalui pesan WhatsApp tidak mendapatkan respons apa pun hingga berita ini diterbitkan.
(Tim)












