CILACAP, nuansarealitanews.com. Pemerintah Desa (Pemdes) Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, telah menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan jalan rabat beton lingkungan desa.

Sebagai langkah lanjutan untuk memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur, Pemdes Bringkeng langsung melaksanakan perawatan jalan dengan pelapisan aspal.
Kegiatan perawatan ini dilakukan pada hari Minggu, 01 November 2025, sampai dengan hari kamis 06/11. menandai komitmen serius Pemdes dalam mengelola anggaran desa secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Anggaran Transparan, Kualitas Prioritas
Pembangunan jalan rabat beton lingkungan desa ini menelan anggaran sebesar Rp. 100 Juta yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Proses pembangunan telah selesai 100%, dan kini memasuki masa perawatan.
“Pembangunan fisik sudah rampung, tetapi tanggung jawab kami tidak berhenti di situ. Kami langsung melanjutkan dengan perawatan berupa pelapisan aspal,” ujar [Kades misran].
Beliau menjelaskan bahwa perawatan dengan lapisan aspal ini bukan sekadar penambah estetika, melainkan strategi teknis untuk menjaga kualitas lebih kuat dan tahan lama ke depannya.
Lapisan aspal berfungsi sebagai pelindung beton dari faktor cuaca dan gesekan kendaraan, sehingga umur ekonomis jalan bisa lebih panjang dan meminimalisir biaya perbaikan di masa mendatang.
Manfaat Langsung Bagi Warga
Jalan rabat beton yang kini telah diperkuat dengan lapisan aspal ini diharapkan membawa dampak positif signifikan, di antaranya:
* Peningkatan Mobilitas: Memperlancar akses transportasi warga untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.
* Keamanan dan Kenyamanan: Menghadirkan permukaan jalan yang lebih mulus dan mengurangi risiko kecelakaan.
* Penghematan Biaya: Kualitas jalan yang terawat mengurangi kerusakan kendaraan warga dan memangkas potensi anggaran perbaikan jalan di masa depan.
“Kami berharap, dengan perawatan maksimal ini, infrastruktur desa kita bisa dinikmati manfaatnya oleh seluruh warga Bringkeng hingga bertahun-tahun ke depan. Ini adalah wujud nyata penggunaan Dana Desa yang tepat sasaran dan berorientasi pada keberlanjutan,” tutup Kadus.
(Sas NR)












