Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Halal Bihalal LPH Hidayatullah Dorong Sinergi Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia

badge-check


					Halal Bihalal LPH Hidayatullah Dorong Sinergi Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia Perbesar

Jakarta – DPP Hidayatullah menggelar Halal Bihalal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatulah dengan tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Halal Menuju Indonesia Pusat Industri Halal Dunia” di DPP Hidayatullah Jakarta pada hari Kamis, 9 April 2026

 

Dalam wawancara bersama awak media, Ketua Umum Nardi Hasat menyampaikan pandangan tegas terkait pentingnya kesadaran pola konsumsi di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Ia menegaskan bahwa apa yang disuarakan bukanlah bentuk kebencian, melainkan sikap moral yang selaras dengan amanat konstitusi bangsa.

 

Menurut Nardi Hasat, semangat yang diusung sejalan dengan nilai-nilai dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa konflik dan penjajahan di wilayah Palestina masih berlangsung.

 

Ia menyoroti bahwa kekuatan finansial yang menopang pihak Israel tidak terlepas dari jaringan bisnis global, termasuk sektor makanan, minuman, dan produk konsumsi lainnya. Ironisnya, sebagian dari produk tersebut memiliki pasar besar di negara-negara dengan mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

 

“Dengan jumlah umat Islam mencapai sekitar 85 persen dari total penduduk, Indonesia menjadi pangsa pasar yang sangat besar dan menggiurkan bagi berbagai jenis bisnis, termasuk produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel,” ujar Nardi Hasat.

 

Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah ajakan untuk membenci, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif. Jika tidak ada konflik atau penjajahan, menurutnya, tidak akan ada persoalan terhadap produk-produk tersebut. Namun, karena adanya dugaan bahwa keuntungan dari konsumsi produk tertentu dapat menjadi bagian dari dukungan tidak langsung terhadap konflik, maka umat perlu mengambil sikap.

 

“Sebagai saudara seagama, kita tentu tidak ingin tragedi kemanusiaan seperti genosida terus berlangsung. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan lebih bijak dalam memilih produk yang kita konsumsi,” tambahnya.

 

Nardi Hasat berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, bukan tindakan diskriminatif. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kesadaran dan memperkuat peran sebagai konsumen yang bertanggung jawab dalam mendukung perdamaian dan keadilan global.

 

(JNI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rutan Manna Sisir Blok Hunian: Nol Narkoba dan HP, Mancis Disita!

28 April 2026 - 11:56 WIB

Rutan Manna Jemput Bola: Kesehatan WBP Dipantau, Hasilnya 100% Sehat

28 April 2026 - 11:53 WIB

Rutan Kelas IIB Manna Siapkan Program Ketahanan Pangan, Gandeng PT East West Seed Indonesia

28 April 2026 - 11:50 WIB

Junjung Solidaritas, Rutan Manna Besuk Kasubsi YanTah yang Dirawat di RS As-Syifa

28 April 2026 - 11:48 WIB

Blok A Tumbangkan Blok E 4-1 di Laga Lanjutan Turnamen Futsal Rutan Manna

28 April 2026 - 11:46 WIB

Trending di News