CILACAP, Nuansarealitanews.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui satuan kerjanya tengah melakukan langkah cepat rehabilitasi tanggul sungai yang ambles di Desa Kalijeruk. Proyek ini difokuskan pada penguatan pondasi sepanjang 75 meter guna memastikan keamanan infrastruktur jalan dan area pemukiman di sekitarnya. Kamis 16/04/2026.

Juru Pengairan wilayah Sidareja, Muhtori, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini merupakan penanganan tahap kedua setelah bangunan sebelumnya mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang labil dan hantaman arus deras saat banjir.
“Pembangunan sebelumnya sebenarnya sudah mencapai progres 90 persen, namun karena arus banjir yang kuat dan kondisi tanah di sini sangat labil, terjadi pergeseran dan penurunan pada konstruksi tanggul,” ujar Muhtori saat ditemui di lokasi proyek.
Inovasi Konstruksi dengan Sistem Pilar
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak BBWS Citanduy menerapkan metode konstruksi yang lebih kokoh pada proyek rehabilitasi kali ini.
Berbeda dengan pembangunan awal yang tanpa pilar, kali ini petugas memasang pilar-pilar penyangga di titik-titik rawan.
Beberapa poin utama dalam pengerjaan rehabilitasi ini antara lain:
Panjang Penanganan: Mencakup area sepanjang 75 meter yang terdampak amblesan paling parah.
Sistem Penguatan: Pemasangan pilar penyangga dilakukan setiap jarak 5 meter untuk mengunci pergerakan tanah.
Titik Prioritas: Terdapat 7 hingga 8 titik pilar utama yang ditanam cukup dalam untuk menahan beban bangunan dan tekanan arus sungai.
Komitmen Keamanan Infrastruktur
Langkah rehabilitasi ini disambut baik oleh warga sekitar, mengingat lokasi tanggul berada tepat di sisi jalan utama desa yang sering dilalui kendaraan. Muhtori berharap dengan adanya tambahan pilar penyangga ini, struktur tanggul akan jauh lebih stabil meski menghadapi cuaca ekstrem atau debit air sungai yang tinggi.
“Mudah-mudahan dengan pilar yang tertanam dalam ini, gerakan tanah bisa tertahan dan konstruksi bangunan di wilayah Desa Kalijeruk ini menjadi lebih aman secara permanen,” pungkasnya.
Pengerjaan saat ini terus dikebut agar fungsi tanggul dapat kembali normal sepenuhnya sebelum memasuki puncak musim penghujan berikutnya.
*SASNR*












