Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

PKKT-SA Gelar Halal Bihalal 2026 

badge-check


					PKKT-SA Gelar Halal Bihalal 2026  Perbesar

Jakarta Timur — Perkumpulan Keluarga Kabupaten Tegal Slawi Ayu (PKKT-SA) menggelar kegiatan halal bihalal di Markas Pusbekangad, Jakarta Timur. Minggu (19/4/2026).

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Tegal di perantauan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong promosi potensi wisata daerah, khususnya kawasan pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal.

 

Dalam sambutannya, Bupati Kab Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H., M.M., dengan didampingi wakil Bupati Ahmad Kholid, menyampaikan komitmen untuk mendukung pengembangan wisata daerah melalui promosi yang lebih luas, termasuk wisata kuliner.

 

“Kami tertarik untuk ikut mendukung promosi wisata, termasuk wisata kuliner. Potensi daerah seperti Guci harus terus kita dorong agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Ischak.

 

Ia mengatakan bahwa kawasan Pemandian Air Panas Guci disebut sebagai salah satu destinasi unggulan yang memiliki keunggulan air panas alami.

 

Air panas Guci dikenal memiliki kandungan mineral yang baik, tidak berbau, serta nyaman digunakan dalam durasi lama dibandingkan beberapa daerah lain.

 

“Air panas di Guci hangat alami, tidak berbau, dan nyaman digunakan. Ini menjadi keunggulan yang patut dibanggakan,” ungkapnya.

 

Pemerintah daerah juga disebut tengah melakukan percepatan perbaikan infrastruktur, termasuk pembangunan fasilitas pendukung serta akses jalan menuju kawasan wisata Guci.

 

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan, sekaligus memperkuat posisi Guci sebagai destinasi unggulan Kabupaten Tegal.

 

Dengan berbagai upaya pengembangan tersebut, Guci diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di tingkat nasional.

 

Momentum halal bihalal PKKT-SA ini pun menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

 

Ketua Umum PKKT Slawi Ayu, Letkol (Purn) Dermawan, menegaskan komitmen organisasinya dalam memperkuat kebersamaan serta menjalankan program sosial berkelanjutan melalui kegiatan Halalbihalal yang kembali digelar tahun ini.

 

Dalam wawancara dengan awak media, Dermawan menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan agenda rutin tahunan PKKT Slawi Ayu. Namun, dalam kurun waktu 3,5 tahun terakhir, kegiatan tersebut baru dapat terlaksana sebanyak dua kali.

 

“Halalbihalal pertama kami laksanakan pada tahun 2023, namun saat itu masih dalam suasana pandemi COVID-19 sehingga kegiatan sempat terhenti. Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah aman, sehingga kita bisa kembali melaksanakan Halalbihalal yang kedua,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa PKKT Slawi Ayu tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga telah menyiapkan sejumlah program strategis ke depan. Salah satunya adalah rencana penanaman pohon yang akan dilaksanakan pada November 2026 di wilayah Guci dan Jatinegara—daerah yang dikenal rawan bencana seperti tanah longsor dan pergerakan tanah.

 

“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, khususnya di daerah yang memiliki potensi bencana alam,” tambahnya.

 

Selain itu, PKKT Slawi Ayu juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap paguyuban-paguyuban yang berada di bawah naungannya. Saat ini terdapat 34 paguyuban yang tergabung, dan organisasi siap memberikan perlindungan, termasuk bantuan hukum apabila diperlukan.

 

“Kami akan terus melindungi dan membina paguyuban-paguyuban ini. Jika ada persoalan yang dihadapi, kami siap membantu, termasuk dari sisi hukum,” tegas Dermawan.

 

Ia juga menjelaskan bahwa berdirinya PKKT Slawi Ayu merupakan bagian dari arahan organisasi paguyuban Jawa Tengah, yang mengharuskan setiap kabupaten/kota memiliki wadah komunitas resmi.

 

Saat ini, PKKT Slawi Ayu telah memiliki legalitas yang kuat, lengkap dengan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM serta notaris resmi. Hal ini menjadi jaminan bahwa setiap aktivitas organisasi, termasuk dukungan atau kontribusi dari pihak lain, berada dalam koridor hukum yang sah.

 

“Dengan legalitas yang sudah lengkap, PKKT Slawi Ayu siap berkembang menjadi organisasi yang solid, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Melalui momentum Halalbihalal ini, PKKT Slawi Ayu berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

 

(JNI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Luncurkan Pekka Bersinar, Perkuat Kemandirian Ibu Kepala Keluarga

21 April 2026 - 12:20 WIB

Hari Kartini: Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Peradaban Kota Bandung

21 April 2026 - 12:18 WIB

CEGAH LAHGUN NARKOBA, POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN SOSIALISASI DAN JUGA IMBAUAN

21 April 2026 - 10:05 WIB

CEGAH ADA PENYALAHGUNAAN NARKOBA POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI SERTA IMBAUAN

21 April 2026 - 10:03 WIB

POLSEK KAPUAS HULU AJAK MASYARAKAT AGAR TIDAK LAKUKAN PEMBALAKAN LIAR/ILLEGAL LOGGING

21 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di News