
Nuansarealitanews.com, Kotim (Kalteng) – Langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus digalakkan di tingkat daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh perusahaan perkebunan PT Agro Bukit yang melaksanakan kegiatan penanaman jagung secara bertahap di wilayah Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis (11/6/2026).
Kegiatan pemanfaatan lahan untuk sektor pangan ini dipimpin langsung oleh General Manager PT Agro Bukit, Mohan Sinnathamby, didampingi oleh Coordinator Government Relation perusahaan.
Aksi peduli pangan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimcam dan elemen masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Telawang Deddy Jauhari, Danpos Telawang Koramil 1015-05/Kota Besi Pelea Suyono, Kapolsek Telawang yang diwakili oleh Ipda Boedi, serta sejumlah tokoh masyarakat sekitar.
Program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh PT Agro Bukit ini menargetkan total luas lahan tanam mencapai 4 hektar.
Untuk memastikan pengelolaan dan perawatan berjalan optimal, proses penanaman dilakukan secara berkelanjutan.
“Penanaman jagung seluas 4 hektar ini kami buat secara bertahap. Untuk tahap pertama, kita fokuskan pada lahan seluas 2 hektar terlebih dahulu.
Setelah itu, akan segera menyusul penanaman 2 hektar berikutnya,” ujar perwakilan manajemen perusahaan di sela-sela kegiatan.
Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemangku kepentingan (stakeholders) daerah.
Camat Telawang, Deddy Jauhari, memberikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh PT Agro Bukit.
Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan seperti jagung tidak hanya memperkuat cadangan pangan daerah, tetapi juga menjadi contoh positif bagi pemanfaatan lahan tidur di wilayah Kecamatan Telawang.
Dengan adanya sinergi yang kuat ini, diharapkan panen jagung yang ditargetkan dalam beberapa bulan ke depan dapat memberikan dampak positif nyata, baik bagi penguatan ketahanan pangan regional maupun bagi hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
(Umar k)












