Nuansarealitanews.com – Aceh Tamiang. Pemerintah Aceh Tamiang terus mempercepat aksi rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Untuk proses pemulihan lahan pertanian terdampak, difokuskan pada pembersihan material lumpur, normalisasi saluran irigasi (primer hingga tersier), perbaikan pematang, dan pengolahan tanah.
Bupati Aceh Tamiang Irjenpol (purn) Drs Armia Pahmi,M.H diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yunus, SP bersama-sama Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, melakukan peninjauan lahan/sawah milik masyarakat yang telah dilakukan rehabilitasi,di Desa/Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara seluas 10,32 Hektare.
Melalui keterangan Ketua Kelompok Tani Bersatu, kegiatan menanam padi akan segera dilakukan dan diprediksikan,pada tanggal 15 Oktober 2026 sudah memasuki masa panen.
“Alhamdulillah,para petani sudah bisa menanam padi kembali sawahnya. Biasanya, hasil padi di wilayah ini mencapai 8-9 ton padi per Hektare,” ucap Ketua Poktan.
Ia pun menuturkan, selama 2 tahun terakhir para petani mudah untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang relatif murah. Ujarnya.
Yunus,SP berharap, semoga upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang di masa Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ini. Dapat mengembalikan kehidupan perekonomian masyarakat,bahkan dapat lebih baik lagi. Harap Yunus.(AR)












