CILACAP, Nuansarealitanews.com – Suasana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang kian menghangat memicu perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Menanggapi dinamika politik di tingkat lokal tersebut, salah satu tokoh pemuka masyarakat yang sangat dikenal dan dihormati di Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, yakni Heri Laksono, S.Sos.—atau yang akrab disapa Mbah Harsono—akhirnya angkat bicara demi menjaga kondusivitas, persatuan, dan kesatuan warga. Kamis, 09/07/2026.

Dalam keterangannya, Heri Laksono, S.Sos. menekankan pentingnya menyikapi pesta demokrasi tingkat desa ini dengan kepala dingin dan hati yang sejuk.
Tokoh berlatar belakang sosiologi ini mengingatkan seluruh warga, khususnya di wilayah Gintungreja, bahwa esensi sejati dari Pilkades adalah sebuah wadah untuk menitipkan harapan kemajuan desa, bukan menjadi pemicu keretakan hubungan sosial antar-tetangga.
“Pilkades itu adalah tentang harapan, bukan tentang perpecahan. Kita harus menyadari bersama bahwa pilihan boleh saja berbeda, tetapi kita semua tetap berada di dalam satu wadah, yaitu satu desa yang sama.
Oleh karena itu, beda pilihan bukanlah alasan untuk menciptakan permusuhan,” ujar Mbah Harsono dengan penuh penegasan.
Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Gandrungmangu, mulai dari tim sukses hingga para pendukung masing-masing calon, untuk mengedepankan sikap saling menghormati.
Menurutnya, martabat sebuah desa sangat dipertaruhkan dalam bagaimana warganya mengelola perbedaan pandangan politik selama proses pemilihan berlangsung.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu menjaga persaudaraan yang telah lama kita bangun.
Jangan sampai agenda lima tahunan ini merusak ikatan kekeluargaan kita. Mari kita laksanakan Pilkades yang damai dan bermartabat. Ingat, setelah proses ini selesai, kita semua harus kembali bergandengan tangan untuk membangun desa ini secara bersama-sama,” tambahnya.
Pernyataan dari Heri Laksono, S.Sos. (Mbah Harsono) ini diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat serta meredam potensi gesekan yang mungkin timbul di lapangan.
Seruan moral dari pemuka masyarakat ini menjadi pengingat penting bahwa keberlanjutan pembangunan di Desa Gintungreja dan keharmonisan sosial jauh lebih berharga di atas kepentingan politik sesaat.
(SAS NR)












