Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 001 Merdeka dan SMP Negeri 5 Bandung, Senin, 13 Juli 2026.
Dalam kunjungannya, ia menyatakan, MPLS harus menjadi momentum yang menyenangkan bagi peserta didik baru, tanpa praktik perpeloncoan maupun tekanan yang dapat berdampak pada kesehatan mental anak.
Di hadapan ratusan siswa baru, orang tua, dan tenaga pendidik di SDN 001 Merdeka, Iskandar mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai perjalanan pendidikan mereka. Ia berharap masa pengenalan sekolah menjadi awal yang baik dalam membangun semangat belajar dan meraih cita-cita.
“Selamat kepada anak-anak dan juga orang tua yang memulai pembelajaran pada hari ini. Mudah-mudahan ke depan belajarnya sukses sesuai dengan cita-cita yang diinginkan oleh anak-anak maupun orang tuanya,” ujar Iskandar.
Ia mengingatkan, konsep MPLS saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Kegiatan pengenalan sekolah tidak lagi identik dengan ospek atau bentuk-bentuk pembinaan yang keras.
“Kalau dulu mungkin kita mengenal ospek. Sekarang sudah tidak seperti itu. Anak-anak datang ke sekolah dengan zamannya sendiri. MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, membangun karakter, dan membuat anak merasa nyaman,” katanya.
Iskandar berharap, sekolah mampu menghadirkan suasana yang membuat peserta didik merasa aman dan bahagia. Ia menyinggung pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak di tengah meningkatnya kasus depresi pada usia sekolah.
“Ada data yang menyebutkan lebih dari 60 persen anak mengalami depresi. Karena itu sekolah harus menjadi tempat yang happy. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi konsep MPLS di SDN 001 Merdeka yang melibatkan kakak kelas untuk menyambut peserta didik baru sebagai bentuk pendampingan sekaligus membangun rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Selain itu, Iskandar memastikan Pemerintah Kota Bandung akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, baik melalui penguatan anggaran pendidikan maupun perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
“Kami dari pemerintah akan terus mendukung, baik dari sisi anggaran pendidikan maupun infrastruktur. Nanti kita lihat apa saja yang perlu diperbaiki agar proses belajar mengajar semakin nyaman,” ujarnya.
Setelah dari SDN 001 Merdeka, Iskandar melanjutkan peninjauan MPLS di SMP Negeri 5 Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh peserta didik baru untuk bangga menjadi bagian dari salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung.
“Saya ucapkan selamat kepada anak-anakku yang masuk SMPN 5 Bandung. Harus bangga menjadi siswa SMPN 5,” katanya.
Ia kembali menyebut, bahwa MPLS bukan lagi ajang memberikan hukuman ataupun tekanan kepada peserta didik baru.
“Sekarang tidak ada lagi yang namanya dipojokkan atau perpeloncoan. Anak-anak justru harus dibimbing oleh kakak-kakak OSIS agar mengenal lingkungan sekolah dan merasa nyaman,” tuturnya.
Menurut Iskandar, sekolah harus mampu menjadi rumah kedua bagi peserta didik setelah keluarga.
“Selain rumah bersama ayah dan ibu, sekolah juga harus menjadi rumah kedua bersama bapak dan ibu guru,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh siswa menghormati guru, belajar dengan sungguh-sungguh, dan terus mengejar cita-cita hingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang diinginkan.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Merdeka, Sri Winggowati menyampaikan, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan sinergi yang erat dengan keluarga.
“Kami menerima amanah dari orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak selama berada di sekolah. Namun pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika anak berada di sekolah selama sekitar tujuh jam, maka waktu selebihnya menjadi bagian orang tua di rumah. Pendidikan di sekolah dan di rumah harus berjalan selaras,” ujarnya.
Sri juga mengajak peserta didik baru untuk mulai membiasakan hidup disiplin, menghormati guru, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah sebagai bekal menjalani pendidikan selama enam tahun ke depan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan orang tua siswa, Ayahanda Alzaidan menyampaikan, kepercayaan penuh kepada SDN 001 Merdeka dalam mendampingi putra-putri mereka.
“Kami menitipkan putra-putri kami kepada Bapak dan Ibu guru untuk dibimbing, dididik, dan diarahkan agar tumbuh menjadi anak yang berakhlak baik, disiplin, percaya diri, serta semangat belajar. Kami percaya pendidikan terbaik lahir dari kerja sama antara sekolah dan orang tua,” ujarnya. (rob)**








