News

Sambut Status Provinsi, Rp2,5 Miliar Dikucurkan untuk Fungsionalkan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu

×

Sambut Status Provinsi, Rp2,5 Miliar Dikucurkan untuk Fungsionalkan Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu

Sebarkan artikel ini

Nuansarealitanews.com, Palangkaraya (Kalteng) – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam membuka keterisolasian wilayah seberang Sungai Mentaya mulai direalisasikan.

 

Pasca-beralihnya status kewenangan menjadi jalan provinsi, kelanjutan pembangunan ruas Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu dipastikan segera berjalan tahun ini dengan fokus awal penanganan titik-titik krusial.

 

Pada tahun anggaran ini, Pemprov Kalteng telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 miliar. Anggaran tersebut dikhususkan untuk membangun lima unit box culvert (gorong-gorong beton persegi) guna memastikan konektivitas jalur tidak terputus oleh kondisi geografis atau genangan air.

 

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penanganan infrastruktur secara bertahap demi menyesuaikan skala prioritas di lapangan.

 

“Penanganannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini dialokasikan Rp2,5 miliar untuk pembangunan lima unit box culvert,” ujar Abdul Hafid usai menghadiri rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng di Palangka Raya, Kamis (10/7/2026).

 

Infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 125 kilometer ini bukan sekadar jalur penghubung biasa. Ruas Cempaka Mulia-Kampung Melayu merupakan urat nadi strategis yang membentang dari jalan nasional hingga berbatasan langsung dengan Kabupaten Katingan.

 

Bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), jalur ini adalah akses utama yang menghubungkan Kecamatan Cempaga menuju kawasan seberang, yakni Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut. Tercatat ada 3 kecamatan dan 23 desa yang menggantungkan mobilitas serta urusan logistiknya pada jalur ini.

 

Ketua DPD PAN Kotim tersebut optimistis, jika kondisi jalan ini semakin mantap, roda perekonomian dan potensi pariwisata di kawasan yang selama ini terbatas aksesnya akan tumbuh pesat.

 

“Kita berharap akses jalan untuk warga semakin baik dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

 

Mengingat panjangnya ruas jalan yang harus ditangani, mantan Ketua PWI Kotim ini menegaskan bahwa pengawalan dari legislatif tidak akan berhenti pada program tahun ini saja.

 

Hafid berkomitmen untuk memastikan program peningkatan jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu masuk dalam skala prioritas anggaran Pemprov Kalteng pada tahun-tahun berikutnya secara berkesinambungan.

 

“Karena statusnya sudah menjadi kewenangan provinsi, saya akan mengawal agar pembangunan jalan ini terus mendapatkan alokasi anggaran secara berkelanjutan dari pemerintah provinsi,” pungkas Hafid.

 

(Umar k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *