Menu

Otomatis
Breaking News

News

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya

badge-check

Kekerasan Tidak Pernah Menjadi Jalan Penyelesaian Sesungguhnya Perbesar

Bekasi, 6 Agustus 2026

 

Kita melihat dengan sangat prihatin fenomena yang makin merajalela di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara: seolah-olah satu-satunya cara untuk menyelesaikan segala perselisihan dan masalah hanyalah melalui kekerasan, kekuatan fisik, atau bahkan ancaman senjata. Padahal bangsa ini dibangun di atas landasan yang luhur: Pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sila kelimanya menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Sungguh ironis jika bangsa yang mengaku berketuhanan dan berkeadilan, namun dalam kenyataannya masih terbiasa dan mengandalkan kekerasan untuk memutus segala persoalan. Apakah ini yang pantas disebut sebagai peradaban yang beradab? Apakah Tuhan merestui penyelesaian yang menumpahkan darah dan menyakiti sesama anak manusia?

 

Sejarah dunia telah mencatat ribuan kali pelajaran yang sama: bangsa atau kekaisaran yang selalu mengandalkan senjata dan kekuatan untuk menundukkan orang lain, pada akhirnya pasti akan runtuh juga. Lihatlah Uni Soviet, yang dulunya dianggap kekuatan militer terkuat kedua di dunia, terus-menerus menekan daerah-daerah yang ingin merdeka, namun akhirnya justru pecah berantakan menjadi belasan negara merdeka menurut kehendak rakyatnya sendiri. Begitu pula Kekaisaran Romawi, yang mengandalkan pedang dan pasukan untuk menguasai hampir seluruh dunia dikenal saat itu, akhirnya terpecah dan lenyap karena kekerasan yang terus berputar tanpa henti di dalam tubuhnya sendiri. Demikian pula yang terjadi pada Yugoslavia, yang berusaha dipertahankan dengan kekuatan namun akhirnya terpisah-pisah sesuai keinginan rakyat yang telah lama ditekan.

 

Kekerasan sesungguhnya tidak pernah mampu memadamkan masalah, melainkan hanya menunda waktu dan menimbulkan masalah baru yang jauh lebih besar. Luka yang dihasilkan oleh pukulan atau senjata mungkin bisa sembuh, namun dendam yang tertanam di dalam hati akan terus hidup dan kelak meledak kembali dengan kekuatan yang berlipat ganda. Kekerasan hanya menciptakan ketundukan karena rasa takut, bukan ketundukan yang lahir dari hati yang ikhlas karena keadilan yang ditegakkan. Pada akhirnya, kehendak rakyat, hak keadilan, dan kemerdekaan yang dipilih oleh rakyat itulah yang akan berdiri tegak, di luar segala usaha paksaan senjata.

 

Jika kita benar-benar memegang teguh Pancasila dan iman kepada Tuhan, maka jalan yang seharusnya kita tuju adalah dialog, musyawarah, dan penegakan keadilan yang jujur. Kekuatan sejati sebuah bangsa bukanlah terletak pada seberapa tajam senjatanya, melainkan pada seberapa mampu ia menyelesaikan segala perbedaan dengan hati yang lapang dan akal budi yang jernih.

 

Sudah saatnya kita kembali pada jati diri yang sesungguhnya. Jangan biarkan kekerasan menjadi kebiasaan, hingga kita lupa bahwa kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dan keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

POLSEK KAPUAS TIMUR AJAK WARGA BERSINERGI MELALUI PROGRAM JUMAT CURHAT

7 Agu 2026 - 03:11 WIB

POLSEK KAPUAS TIMUR AJAK WARGA BERSINERGI MELALUI PROGRAM JUMAT CURHAT

POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN PROGRAM JUMAT CURHAT SEBAGAI SARANA MENDENGAR ASPIRASI MASYARAKAT

7 Agu 2026 - 02:42 WIB

POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN PROGRAM JUMAT CURHAT SEBAGAI SARANA MENDENGAR ASPIRASI MASYARAKAT

CURHAT BERSAMA POLISI, WUJUD NYATA KEDEKATAN POLSEK KAPUAS HULU DENGAN MASYARAKAT

7 Agu 2026 - 02:29 WIB

CURHAT BERSAMA POLISI, WUJUD NYATA KEDEKATAN POLSEK KAPUAS HULU DENGAN MASYARAKAT

CURHAT BERSAMA POLISI, WUJUD NYATA KEDEKATAN POLSEK KAPUAS HULU DENGAN MASYARAKAT

7 Agu 2026 - 02:25 WIB

CURHAT BERSAMA POLISI, WUJUD NYATA KEDEKATAN POLSEK KAPUAS HULU DENGAN MASYARAKAT

Tak Ada Kepastian Tanggapan dari Kelurahan dan Kecamatan, Yanto Desak Penyelesaian Gejolak Pencopotan Oknum RT 01/RW 04 Kebonbaru

7 Agu 2026 - 02:05 WIB

Tak Ada Kepastian Tanggapan dari Kelurahan dan Kecamatan, Yanto Desak Penyelesaian Gejolak Pencopotan Oknum RT 01/RW 04 Kebonbaru
Trending di News