Majalengka, NR– Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Majalengka, Fahmi I.S, mengeluarkan kritik yang tajam terkait langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Majalengka yang mengklaim telah melakukan perbaikan jalan di 30 titik dalam persiapan mudik dan Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Fahmi, upaya tersebut terkesan tidak menyentuh inti masalah yang menjadi keluhan utama masyarakat dan pengguna jalan.

“Padahal ada jalan utama yang sering dilalui kendaraan bolak-balik – baik untuk aktivitas ke pabrik maupun ke lahan sawah – yang kondisi rusaknya bahkan pernah viral di media sosial, namun hingga kini tak juga mendapatkan perhatian dan perbaikan,” tegas Kang Fahmi.
Kang Fahmi menjelaskan bahwa jalan utama yang dimaksud menjadi tulang punggung perekonomian lokal, karena banyak digunakan oleh pengusaha kecil, petani, dan pekerja yang melakukan aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan yang rusak dengan berlimpah lubang tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan menambah biaya operasional kendaraan.

“Sementara itu, perbaikan di 30 titik yang disebutkan pemda terkesan lebih fokus pada area yang dianggap ‘tampak’ untuk mudik, bukan pada infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Fahmi juga menekankan pentingnya transparansi dari pemda terkait alokasi anggaran perbaikan jalan, serta meminta agar penentuan titik perbaikan dilakukan dengan mendengar suara langsung dari masyarakat dan melakukan asesmen yang objektif terhadap kondisi infrastruktur jalan di seluruh kabupaten.
(Red)












