Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Kudangan Babi di Jalur Logistik: Menantang Maut di Jalan Penghubung Cempaga – Seranau

badge-check

Nuansarealitanews.com, Kotim (Kalteng) – Ironis dan memprihatinkan. Dua kata itu rasanya cukup untuk menggambarkan urat nadi perekonomian dan akses sosial yang menghubungkan Kecamatan Cempaga dan Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Pantauan di lapangan pada Minggu (31/5/2026), kondisi jalan lintas kecamatan ini sudah tidak layak lagi disebut sebagai fasilitas publik. Kerusakan parah di berbagai titik membuat bentang jalan lebih menyerupai kudangan babi – kubangan lumpur dalam yang siap menjebak kendaraan apa pun yang nekat melintas.

 

Aset Provinsi yang Terbengkalai

Berdasarkan historisnya, jalan penghubung strategis ini dulunya berada di bawah wewenang Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

Namun, demi percepatan dan pemerataan pembangunan, status pengelolaan jalan ini telah resmi diambil alih oleh Dinas PUPR Bina Marga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Sayangnya, peralihan status administrasi ini belum berdampak manis bagi warga setempat. Jalan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan daerah, kini justru menjadi momok menakutkan yang melumpuhkan mobilitas harian masyarakat.

 

Penyambung Hidup, Jalur Pendidikan, dan Taruhan Nyawa

Dampak dari hancurnya jalan ini melesat ke berbagai sektor vital kehidupan masyarakat di kedua kecamatan:

 

Sektor Ekonomi: Jalan ini merupakan jalur utama logistik bagi petani swadaya. Melalui jalur inilah warga mengangkut hasil bumi, terutama Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Akibat jalan rusak, biaya angkut membengkak dan risiko pick up/truk amblas menjadi makanan sehari-hari.

 

Sektor Pendidikan: Setiap pagi, anak-anak sekolah harus bertaruh dengan lumpur dan bahaya demi menuntut ilmu ke SMP dan SMA Satu Atap Desa Terantang. Tidak jarang mereka tiba di sekolah dalam kondisi pakaian yang kotor akibat kecelakaan kecil di jalan.

 

Sektor Kesehatan (Darurat): Kondisi paling krusial terjadi saat situasi darurat medis. Jalan kubangan ini merupakan satu-satunya rute yang harus dilewati mobil Ambulance yang membawa warga sakit atau Ibu hamil yang hendak melahirkan menuju RSUD dr. Murjani Sampit. Keterlambatan beberapa menit akibat terjebak lumpur bisa berakibat fatal bagi nyawa pasien.

 

Asa Warga Kepada Pemprov Kalteng

Jeritan dan keluhan ini disuarakan langsung oleh masyarakat yang bermukim di desa-desa terdampak langsung, seperti Desa Batuah, Desa Terantang Hilir, dan Desa Terantang.

 

Mewakili suara hati masyarakat, mereka sangat berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak menutup mata dan segera menurunkan alat berat serta mengucurkan anggaran perbaikan permanen.

 

“Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya meminta hak kami sebagai warga negara untuk mendapatkan akses jalan yang layak. Jangan tunggu ada korban jiwa dari ibu melahirkan atau anak sekolah yang terjebak di jalan ini baru pemerintah bertindak,” ujar salah seorang warga setempat penuh harap.

 

Masyarakat Cempaga dan Seranau kini hanya bisa menunggu, apakah status “Jalan Provinsi” yang disandang jalur ini akan membawa perubahan nyata, atau tetap dibiarkan menjadi kudangan babi yang abadi.

 

(Umar k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Persadin Merayakan Milad Ke-3 dan Rakernas

4 Juli 2026 - 12:03 WIB

PMT Disalurkan Door to Door di Desa Pojok, Program Puskesmas Teladan Kawedanan Dukung Pemerintah Gizi Balita

4 Juli 2026 - 07:43 WIB

LP di Polda Bali Dinilai Cacat Prosedur, Diduga Hanya Berdasarkan Atensi Oknum Jenderal

4 Juli 2026 - 07:34 WIB

SOSIALISASI LARANGAN ILLEGAL MINING, BERTUJUAN CIPTAKAN MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN OLEH POLSEK KAPUAS TIMUR

4 Juli 2026 - 06:04 WIB

Eki Pitung : POLRI Presisi bersama Presiden Republik Indonesia 

4 Juli 2026 - 05:48 WIB

Trending di News