Cilacap, nuansarealitanews.com. Proyek pembangunan siring irigasi di Desa Muktisari, Kecamatan Gandrungmangu, yang didanai APBN, kini menjadi sorotan tajam karena dugaan pelanggaran standar kualitas dan aturan.

Temuan di lapangan mengindikasikan bahwa pengerjaan proyek ini berpotensi melanggar pedoman teknis yang sudah ditetapkan, menimbulkan kekhawatiran besar akan manfaatnya bagi petani dan kerugian negara.
Pelanggaran Teknis dan Standar Kualitas
Berdasarkan temuan tim media pada 25 Agustus 2025, pembangunan siring ini tidak mengikuti standar kualitas yang seharusnya.
Aturan utama dalam pekerjaan konstruksi irigasi adalah adanya lantai dasar atau pondasi yang stabil sebelum susunan batu dipasang.
Namun, dalam proyek ini, terlihat bahwa batu pecah langsung disusun sebagai lantai siring tanpa adanya lantai dasar penyeimbang kestabilan.
Praktik ini tidak hanya mempercepat kerusakan, tetapi juga menunjukkan pelanggaran serius terhadap prosedur teknis.
Ketidaksesuaian ini berpotensi menyebabkan struktur bangunan tidak kokoh dan mudah ambruk saat musim hujan atau banjir tiba, yang pada akhirnya akan merugikan petani karena aliran air tidak dapat dikendalikan.
Umur bangunan yang singkat akan membuat alokasi dana pemerintah sebesar Rp 195.000.000 menjadi sia-sia.
Minimnya Transparansi dan Tanggung Jawab
Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait menunjukkan minimnya transparansi.
Sekretaris Desa Muktisari, yang dimintai keterangan, diduga menolak memberikan penjelasan lebih lanjut, menurut nya mereka lebih mengetahui dan bisa menjelaskan.
Ia hanya memberikan nomor kontak pendamping BBWS dan Ketua P3-GA’I, SL. Namun, tidak satu pun dari nomor tersebut yang dapat dihubungi atau memberikan jawaban.
Ketiadaan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek ini menegaskan adanya indikasi ketidakberesan.
Pemerintah, melalui Dinas PUPR, diharapkan segera bertindak tegas dengan melakukan audit dan investigasi mendalam terhadap proyek ini.
Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa dana rakyat benar-benar digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, serta untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.
(Sas NR)












