Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempersiapkan diri secara optimal menghadapi pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PJP) Tahun Anggaran 2025 serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun berikutnya.
Arahan tersebut disampaikan Iskandar saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 13 Juli 2026.
Menurutnya, pekan ini sejumlah dinas akan diundang dalam rapat pembahasan PJP sebagai bagian dari proses pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Bandung tahun 2025.
“Saya harapkan yang hadir dari dinas atau badan adalah perwakilan yang benar-benar memahami substansi kegiatan. PJP ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan tahun 2025,” ujar Iskandar.
Ia menilai, kehadiran pejabat yang memahami detail program sangat penting agar proses pembahasan berjalan efektif dan menghasilkan data yang akurat.
Selain pembahasan PJP, Iskandar juga meminta perangkat daerah mulai mempersiapkan pembahasan RKPD yang akan dilaksanakan pada pekan mendatang.
Menurutnya, sejumlah usulan anggaran yang diajukan sebelumnya masih menggunakan pagu awal sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan program dan kegiatan masing-masing perangkat daerah.
“Saya memahami beberapa dinas atau badan mungkin merasa anggaran yang tersedia masih kurang untuk mendukung pelaksanaan program. Karena itu, pada pembahasan RKPD nanti detail kebutuhan dan kegiatan harus disampaikan secara lengkap,” katanya.
Ia mengungkapkan, telah menerima sejumlah surat dan masukan terkait rincian program dari perangkat daerah yang akan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan RKPD.
Iskandar berharap, seluruh OPD dapat mempersiapkan dokumen, data, serta argumentasi yang kuat agar perencanaan pembangunan Kota Bandung ke depan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Mohon semuanya dipersiapkan dengan baik. Pembahasan RKPD menjadi momentum penting untuk memastikan program-program prioritas dapat terakomodasi secara optimal,” ujarnya. (rob)**






