NuansaRealita News.com. Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., sambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam rangka pelaksanaan Salat Idulfitri bersama masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi Kabupaten Aceh Tamiang. Tepatnya di Masjid Darussalam, Kelurahan Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (21/3/26).

Kehadiran rombongan Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, disambut langsung unsur Forkopimda Aceh Tamiang.
Bupati Aceh Tamiang mengApresiasi dan ucapan terima kasihnya atas kehadiran Presiden beserta rombongan yang telah menunjukkan kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Tamiang, khususnya korban Bencana banjir. Armia Pahmi menilai, kehadiran Presiden Prabowo Subianto tidak hanya memberikan semangat bagi masyarakat Aceh Tamiang, tetapi merupakan bentuk Pemerintah hadir langsung terhadap proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi. Ungkapnya.
Armia Pahmi kepala Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasihnya,atas kehadiran Bapak Presiden yang telah meluangkan waktu untuk melaksanakan Shalat Idulfitri bersama masyarakat Aceh Tamiang. Dan meninjau langsung kondisi pasca bencana di daerah ini,” ungkap mantan Wakapolda Aceh tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, kedatangan Presiden ke Aceh Tamiang tidak hanya dalam rangka ibadah, tetapi juga untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sesuai rencana.
“Presiden Prabowo ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan,dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal,” ujarnya.
Pelaksanaan Shalat Idulfitri dipimpin oleh Imam Masjid Darussalam, Tengku Junaidi, dengan khotbah disampaikan oleh Kapten Inf Zulkhaizir. Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang, terdiri dari masyarakat setempat serta warga yang saat ini menempati hunian sementara (huntara).
Adapun Shalat Idulfitri dilaksanakan dikawasan Huntara tersebut,tidak hanya menjadi momen ibadah, namun juga mencerminkan kondisi masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya pengawasan pemerintah dalam mempercepat pemulihan pasca bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang-Aceh .(AR)












