Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Lantik 169 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Sinergi Pelayanan Publik

badge-check


					Lantik 169 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Sinergi Pelayanan Publik Perbesar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melantik sebanyak 169 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, Rabu, 22 April 2026, di Plaza Balai Kota Bandung.

 

Jumlah tersebut terdiri dari 136 pejabat struktural, 15 Kepala Puskesmas, serta 18 pejabat fungsional.

 

Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Bandung.

 

Dalam sambutannya, Farhan menyatakan, pelantikan jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

 

“Ini adalah kepercayaan negara, pemerintah daerah, dan masyarakat. Oleh karena itu, integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

 

Farhan mengingatkan, integritas merupakan cerminan diri aparatur sipil negara. Kuat atau lemahnya integritas akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

 

Selain itu, ia menyebut rotasi, mutasi, dan promosi jabatan sebagai hal yang wajar dalam dinamika birokrasi.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi serta menyesuaikan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.

 

“Jabatan yang diemban harus dijalankan secara profesional, adaptif, dan penuh semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

 

Farhan meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja selaras dengan visi pembangunan Kota Bandung, yakni mewujudkan Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis hingga tahun 2029.

 

Khusus kepada para camat dan lurah, ia menegaskan peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah. Ia meminta adanya sinergi kuat antara kewilayahan dan perangkat daerah.

 

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari yang lain. Semua adalah bagian dari sistem pemerintahan yang terintegrasi. Kuncinya adalah komunikasi dan kolaborasi,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya kehati-hatian aparatur dalam menggunakan media sosial.

 

Menurutnya, informasi yang disampaikan pejabat pemerintah kerap dipercaya publik, sehingga harus dijaga akurasi dan etika penyampaiannya.

 

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang tidak tepat justru merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya. (ziz)**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SEBAGAI BENTUK PEDULI KEPADA WARGANYA, POLSEK KAPUAS TENGAH LAKSANAKAN BAKSOS KEPADA WARGA YANG MEMBUTUHKAN

22 April 2026 - 09:46 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI MELALUI SPANDUK CEGAH ADANYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

22 April 2026 - 08:06 WIB

CEGAH TERJADI PENYALAHGUNAAN NARKOBA POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN SOSIALISASI

22 April 2026 - 08:01 WIB

Kasus Pencabulan Anak di Cilacap: Polisi Periksa Saksi, Keluarga Ungkap Kronologi Pelarian Pelaku dan Isu Uang Operasional

22 April 2026 - 07:47 WIB

Bupati Ayu Asalasiyah Buka Musda VI LDII Way Kanan: Momentum Strategis Perkuat Sinergi Pembangunan

22 April 2026 - 07:45 WIB

Trending di News