Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Tragis, Bocah di Kotim Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Gang Rahim 2

badge-check


					Tragis, Bocah di Kotim Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Gang Rahim 2 Perbesar

Nuansarealitanews.com, Sampit (Kalteng) – Duka mendalam menyelimuti warga Gang Rahim 2, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah.

 

Seorang anak kecil bernama

Muhamad Azam Alhanapi (2) dinyatakan meninggal dunia setelah sempat tenggelam di sungai setempat pada Jumat (12/6/2026).

 

Putra dari pasangan Bapak Arpandi dan Ibu Nurmilah ini menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. Murjani Sampit setelah sempat mendapatkan perawatan intensif selama berjam-jam.

 

Peristiwa memilukan ini bermula ketika keluarga tersebut bersiap-siap untuk berangkat ke kebun kelapa sawit di Sungai Banyamuk.

 

Saat kejadian, Pak Arpandi sudah berada di dalam perahu (ces) untuk menyiapkan segala peralatan berkebun.

 

Di saat yang sama, Ibu Nurmilah bersama korban Muhamad Azam Alhanapi

keluar rumah dengan maksud hendak membeli es di warung terdekat.

 

Nurmilah kemudian masuk sebentar ke dalam rumah untuk mengambil uang. Namun, begitu ia kembali keluar, sang anak sudah tidak ada lagi di tempat semula.

 

Sadar anaknya hilang dari pandangan, Nurmilah panik dan berteriak histeris mencari keberadaan Muhamad Azam Alhanapi

 

Mendengar teriakan sang istri, Pak Arpandi langsung bergegas naik dan menghampiri istrinya.

Seketika situasi di Gang Rahim 2 menjadi gempar.

 

Warga sekitar yang mendengar kabar tersebut langsung berhamburan membantu melakukan pencarian di sekitar area belakang rumah hingga ke tepi sungai.

 

Merasa curiga sang anak terjatuh ke air, Pak Arpandi langsung terjun ke sungai untuk melakukan penyelaman.

 

Tak lama berselang, tubuh berhasil ditemukan. Saat dievakuasi, kondisi tubuh korban diketahui sudah banyak kemasukan air.

 

Warga dan orang tua korban langsung melarikan Muhamad Azam Alhanapi

ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

 

Korban yang berada dalam kondisi kritis langsung ditangani di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Murjani Sampit.

 

Tim medis telah berupaya maksimal melakukan penyelamatan selama kurang lebih 7 jam.

 

Namun takdir berkata lain, bocah malang tersebut dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.45 WIB.

 

Rumah Duka Dipenuhi Pelayat

Jenazah korban kini telah dibawa pulang ke rumah duka untuk menjalani proses pemandian dan persiapan pemakaman.

 

Pantauan di lokasi, suasana haru sangat terasa saat keluarga besar, kerabat, hingga tetangga sekitar berdatangan ke rumah duka.

 

Mereka berkumpul untuk melayat sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada kedua orang tua korban atas musibah yang terjadi.

 

(Umar k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Karawang Sampaikan Nota Pengantar Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

12 Juni 2026 - 04:33 WIB

DPP-CIC Menyoroti Dana Miliaran Rupiah Kegiatan Kantor Bidang Dikdas Lamteng TA 2025 Dikorupsi Miliaran Rupiah

12 Juni 2026 - 04:24 WIB

Sandbar Canggu Masih Beroperasi, Muncul Dugaan Aliran Uang ke Oknum dan Penyewaan Aset Pura Batubolong Miliaran Rupiah Tanpa Transparansi

12 Juni 2026 - 04:22 WIB

PROGRAM JUMAT SEBAGAI CURHAT WADAH KOMUNIKASI POLSEK KAPUAS TIMUR DENGAN MASYARAKAT

12 Juni 2026 - 03:26 WIB

Wakil Ketua l DPR-K Muhammad Nur, SE pimpin Rapat Paripurna didampingi Fadlon, SH.

12 Juni 2026 - 02:56 WIB

Trending di News