Oleh : Sherly
Bekasi, 8 Agustus 2026
Sungguh perlu dikatakan dengan jujur dan tegas: Walaupun tidak ada tentara, walaupun tidak ada dewan-dewan sekalipun, bangsa ini tetap bisa hidup. Tetapi tanpa guru, tanpa kecerdasan yang dibangun dengan sungguh-sungguh, tidak ada satu pun yang akan bertahan.
Guru adalah tonggak sejarah masa depan bangsa. Di tangan merekalah nasib generasi berikutnya dibentuk, di hati merekalah harapan diletakkan. Namun selama tidak ada perubahan nyata dari kebijakan negara โ selama guru masih diabaikan, masih direndahkan, masih dijadikan alasan “tidak ada anggaran” โ maka segala rencana besar, segala visi emas, segala janji kemajuan hanyalah ilusi semata, mimpi yang kelak akan tenggelam dalam kegelapan sejarah.
Lihatlah Timor-Leste sebagai contoh nyata. Sebuah negara muda yang baru lahir dari keterpurukan, yang tidak memiliki kekayaan besar, tidak memiliki militer yang kuat, dan infrastrukturnya nyaris hancur. Namun apa yang mereka lakukan sejak merdeka? Mereka tahu: satu-satunya jalan berdiri tegak adalah melalui pendidikan. Pemerintah Timor-Leste menempatkan guru sebagai fondasi utama โ mereka menyusun undang-undang khusus untuk jenjang karir pendidik, merekrut lebih dari 3.100 guru baru dalam dua tahun terakhir, membangun standar kompetensi nasional, dan menjadikan pengembangan pendidikan sebagai rencana strategi negara . Mereka sadar: tentara menjaga hari ini, tetapi gurulah yang menjaga masa depan.
Mengapa bangsa yang baru bangkit dan miskin saja mampu memuliakan gurunya, sementara negeri yang kaya raya ini justru sebaliknya? Mengapa di sini selalu tersedia dana untuk hal lain, tetapi selalu tertutup ketika menyangkut nasib mereka yang mendidik anak-anak bangsa?
Jangan tertukar: Kekuasaan bisa berganti, jabatan bisa berakhir, dewan bisa bubar, dan tentara bisa pulang. Tetapi guru yang berdiri di depan kelas, dialah yang menentukan apakah bangsa ini masih ada di 20, 50, 100 tahun lagi. Jika negara tidak berani mengambil keputusan besar untuk menyejahterakan, memuliakan, dan memprioritaskan guru mulai hari ini, maka jangan bermimpi tentang kemajuan. Karena mimpi tanpa fondasi pendidikan, hanyalah cerita yang akan tenggelam bersama kegelapan.




















