Bekasi, 8 Agustus 2026
Sungguh menyedihkan melihat kenyataan yang terjadi di tengah bangsa ini saat ini: semakin banyak perselisihan yang diselesaikan dengan kekerasan dan intimidasi, bukan dengan jalan yang baik dan benar. Segala sesuatu seolah-olah harus dipaksakan, harus ditakuti, baru mau didengarkan.
Semangat gotong royong โ yang dulu menjadi jiwa bangsa ini, ajaran luhur yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur kita kepada masyarakat โ kini perlahan-lahan hilang dari kehidupan kita. Kita hampir tidak lagi melihatnya di mana-mana. Semangat itu telah tergerus oleh arus zaman yang berjalan begitu cepat, di tengah masyarakat yang semakin apatis dan tidak lagi peduli terhadap sesama.
Bangsa ini seakan telah kehilangan arah. Kebijakan-kebijakan dibuat tanpa arah yang jelas, tanpa visi yang jauh ke depan. Yang seharusnya menjadi hal paling utama justru diabaikan: membangun kecerdasan dan kualitas masyarakatnya. Dan hal itu tidak akan pernah tercapai jika kita tidak memulai dari hal yang paling mendasar โ yaitu menempatkan para pendidik pada posisi yang paling dihargai, paling diperhatikan, dan dijadikan strategi utama oleh negara.
Guru-guru harus dijadikan fondasi terkuat dalam pembangunan bangsa ini, bukan sekadar ada lalu dilupakan nasibnya. Jika negara benar-benar ingin kembali menemukan jati dirinya dan maju dengan benar, maka langkah pertamanya adalah: kembalikan semangat kebersamaan melalui keteladanan yang baik, dan bangunlah masa depan bangsa dengan sungguh-sungguh memperhatikan, memuliakan, dan menyejahterakan para pendidik. Sebab bangsa yang tidak memuliakan sumber ilmunya, tidak akan pernah mampu berdiri tegak.




















